Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan

1 Januari 2014

Suatu Pagi Yang Damai


Tuhan, Aku akan memberi jika kau meminta.
Aku akan member sekalipun kau tidak meminta,
Bahkan Aku akan memberimu lebih jika kamu bersyukur.
Itu katamu, sebuah kata yang kusebut Firman
Hal yang selalu benar dan tidak pernah ada keraguan di dalamnya.
Tuhan, aku sudah semakin lelah hingga detik ini
Asaku merenta seperti tidak bisa berharap kembali
Tapi, Engkau selalu member harapan bahkan disebuah keputusasaan
Ya Allah, di pagi yang damai ini
Ada ketenangan menyelinap di hati tak seperti biasanya
Ada sebuah renungan yang mendorongku untuk kembali  menemuiMU
Ya Allah aku sudah benar-benar lesu dengan diriku yang kian hari semakin mengabaikanMU
Kian kecewa dengan pengulangan sebuah kesalahan yang sebenarnya tidak Kau ingini
Kali ini berikanlah aku kesempatan untuk bisa bertekad pada diri sendiri
Bahwa aku bisa membahagiakan diri dengan mendekatiMU,
Bahwa kenyamanan dan kedamaian yang abadi adalah ada pada diriMU
Ya Allah, mudahkanlah segala pengupayaanku untuk mendekat
Untuk tetap menjaga hati, pikiran dan perilaku berada di jalan yang Kau mau,
Permudahlah kemauanku ini ya Allah,
Karena aku tahu kemalasan dan apa yang tidak Kau sukai
Adalah penghalang terbesar bagi cepat tercapainya suksesku
Maka dari itu mudahkanlah Ya Rabbi….

23 September 2013

40 Hari Saja (Doa)

Ya Allah, Rabbi....

Aku tahu aku sudah melakukan apa yang seharusnya tidak aku lakukan,

Aku sungguh sangat menyesali itu, Ya Rabb...

Aku kesal dengan kegagalan yang kuulangi,

Ya Allah...

Aku mohon kepadaMu,

Limpahkan Ridho dan kebaikanMu kepadaku,

Dalam empat puluh hari saja ya Allah...

Mudahkan aku membaca Waqiah-Mu, Al Mulk, Al Hasr, Ar Rahman, Yaasin, Al Kahfi, dan firmanMU yang lainnya, setiap hari Ya Allah....

Bangunkan pula aku besok pagi, lebih pagi lagi Ya Allah,

Untuk bisa berbicara secara langsung di dalam Tahajud dan Witir yang pernah aku tempuh,

Mudahkan semuanya lewat Dhuha yang kulakukan

Berikan segala kebaikanMu untuk hamba, Ya Allah....

Ya Allah....

Permudahlah hamba untuk mengingatmu lewat shalat awal waktu di masjidMu,

Lewat dzikir, shalawat, tasbih dan bacaan suci lainnya...

Ya Allah permintaanku tak banyak....

Dalam empat puluh hari ini, permudahlah Ya Allah....

Segala urusan dunia dan akhiratku,

Bahagiakan aku di dunia maupun di akhirat Ya Rabb...

Aamiin Allahumma Aamiin....

Dan, Allah ialah Dzat Yang Maha Adil (Reflection)

Sobat, hari ini saya akan bercerita tentang Sang Maha Agung yang tak pernah bisa kita tolak keMaha PerkasaanNya.
Pernahkah kalian berpikir bahwa apa yang ada di dunia ini sudah disediakan semudah-mudahnya?
Terlebih jika kita berasal dari keluarga menengah ke atas, saya dan kalian adalah bagian dari sekumpulan beberapa orang yang beruntung di dunia.
If want to buy something, you can buy easily or you have to save the money.
If you want to connect with the others, just On your gadget, you will connected to the others.
Dan kenikmatan-kenikmatan lain yang bisa kita dapatkan dengan mudah, sangat mudah.

Sekarang, kita sebagai manusia yang boleh dibilang serba mudah, dalam konteks apapun rasanya sangat kurang jika kita melupakan sesuatu yang sejatinya ada bersama kita semenjak kita belum menjadi apa-apa. Dia adalah Tuhan kita Yang Esa, Allah SWT.

Sobat, hari ini saya kembali merenung....
Rasanya hina sekali jika apa yang telah saya lakukan selama ini hanya membuat terhalangnya kebaikan Allah terhadap hidup kita.
I've just try the easy ways to close to God. Beberapa hari yang lalu saya gencar melakukan ritual Riyadhah 40 Hari. Suatu cara yang menjadi pembantu saya untuk bisa mendekatkan diri pada Allah. Namun nyatanya, saat ini saya begitu kesal dan kecewa. Ritual saya gagal.

Mendekatkan diri pada Allah is easier than to resist the enemies. Who is the enemy? Enemy yang saya maksud adalah syaitan, godaan, maksiat dan segala keburukan lainnya. Ya, saya melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan selama ritual Riyadhah saya. Dan, sekarang saya sangat menyesalinya. Amat sangat.

Ketika Riyadhah saya berjalan dalam satu minggu, I get the goodness from the God. Segala yang baik-baik datang pada saya. Dalam bentuk apapun itu. Kemudahan dalam kuliah, rezeki, bahkan some friend told me that my face cleaner and shiny. Itulah cahaya yang mungkin saya dapat selama satu minggu. Bahkan, dalam hati saya, saya juga merasakan ketenangan yang begitu dalam. Subhanallah. Rasanya, ingin sekali saya bisa bertahan seperti ini hingga ribuan hari selanjutnya.

But, I'm just the ordinary person. Keimanan masih labil, keyakinan masih naik turun begitu pula dengan sesuatu yang seharusnya kita jaga, hal kebaikan dan keburukan yang telah Allah jelaskan. Mengingat kesalahan ini, ingin rasanya saya mengulang kembali waktu itu. Saya merusak Nur yang telah Allah beri dengan satu kesalahan kecil dan fatal. Dan, tahukah apa yang saya rasakan setelahnya? I really wont you to try it! Hidup menjadi galau. Agak melankolis memang, tapi faktanya begini, setelahnya sholat saya menjadi tidak teratur - the worst thing that I've did, kuliah saya berantakan dalam artian saya mengalami ketidakmengertian dalam mata kuliah dan selanjutnya adalah dilepasnya kenikmatan atas apa yang Allah beri sebelumnya.

Sobat, begini inti dari apa yang saya tulis adalah...
Jika kita melakukan sedikit kebaikan saja sudah akan mendapat balasan kebaikan yang jauh lebih banyak dari Allah.
Begitu pula sebaliknya. Itulah hukum alam yang berlaku.
Seperti apa yang saya alami setahun terakhir....
Dua tahun yang lalu saat IP saya anjlok, saya benar-benar kecewa dan kesal dengan diri sendiri. Tapi, semester selanjutnya, Allah memberi kesempatan yang sangat banyak. IP saya yang 3,17 menjadi 3,80. It's really awesome and I dont think that I'll got this GPA.
What's the secret?
Saya rajin shalat, jamaah di masjid - hanya terkadang saja. Cuma dua cara itu saja saya dapat nilai seperti itu, apalagi jika banyak amalan kebaikan lainnya? Mind it!
Namun, setahun terakhir, I really dissapointed with myself. IP saya bener-bener jelek. Dan tahu apa yang terjadi dalam jangka waktu setahun terakhir kemarin? Saya banyak melakukan keburukan, shalatpun jarang berjamaah dan di awal waktu. Itulah sebabnya saya membenci keburukan.

But now, I will change these....
Ada banyak harapan yang kugantungkan di masa dua tahun terakhir saya menempuh kuliah ini.
Aku hanya ingin kebaikan-kebaikan Allah yang pernah diberikan, getting back to me anymore.
Wish saya kali ini nggak muluk-muluk, cukup mendapat IP yang tinggi meski saingan di kelas sangat ketat dan bisa lulus dengan nilai cumlaude serta mendapat beasiswa.

Bismillah....
Ya Allah berkahi jalanku, mudahkan kebaikanMU mendekat padaku.
Aamiin.

4 Mei 2011

7 Sunnah Nabi Muhammad yang sangat sederhana

"Cerdasnya orang yang beriman adalah dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama: tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua: membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga: jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena mesjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan mesjid Allah.

Keempat: jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

Kelima: jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam: jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".

Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

di kutip dari: http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1391