Tampilkan postingan dengan label Curhat Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat Penulis. Tampilkan semua postingan

1 Januari 2014

PROMISE PROMISES


                Hari ini adalah hari pertama di awal tahun bersio kuda emas, 2014. Hari ini seperti apa yang sudah kutulis semalam, (link project). Aku memulai untuk menawali semuanya dengan hal baik. Apa yang terjadi di tahun 2013 seperti ketidakpedulian atau kealphaanku mengenai resolusi yang kubuat, akan aku usahakan untuk tidak terjadi lagi. Sebisa mungkin aku akan mencoba mewujudkan itu semua. Insyaallah.
                Promise, promises – seperti judul sebuah novel terbitan Gagas Media – adalah janjiku yang akan kupertanggungjawabkan kepada diriku sendiri. Aku tidak mau mengecewakan diriku lagi seperti yang sudah-sudah. Aku mencoba konsisten dengan apa yang telah kubuat. Janji. Memang tidak mudah untuk mewujudkannya namun, aku telah bertekad pada diriku sendiri untuk bisa memantapkan hati.
                Awal hari ini, aku memulai untuk melakukan rangkaian Riyadhah yang dulu sempat dan sering gagal. Alhamdulillah, di pagi yang tenang ini aku sudah bisa kembali untuk melakukan shalat Dhuha, salah satu bagian dari Riyadhah. Semoga ini langkah yang baik. Bismillah.
                Kemudian sesuai planning yang telah kubuat, aku akan memulai membuat e-book Timeless Story. Dan pagi ini, aku sudah menulisnya dan beberapa saat lagi akan saya rampungkan (akan saya publish  di postingan terpisah0. Mudah-mudahan ini sebuah langkah yang baik.
                Promise sebuah hal yang memang harus kita tanamkan dalam kepercayaan diri, bahwa apa yang kita janjikan harus bisa wujudkan dengan sebuah usaha-usaha yang sangat keras. Promises hanya akan menjadi janji biasa yang hanya terlepas dari hati atau lisan tanpa ada usaha yang begitu agung untuk mewujudkannya.
                Allah, Tuhanku Yang Maha Agung, mudahkanlah segala apa yang kucita-citakan. Nyatakanlah mimpi-mimi yang selama ini masih menjadi bunga kehidupanku.

Ditulis di tempat yang penuh kenangan,

AD

EPISODE PERTAMA DI TAHUN 2014


                Dari semalaman ntah kenapa aku bener-bener susah banget buat tidur. Mungkan gara-gara tadi siang udah tidur, atau kopi yang hanya beberapa sesapan kuseduh atau mungkin pikiran yang lagi nggak bisa tenang. Yah, aku akui sih pikiranku saat ini lagi nggak tenang banget. 

                Entahlah mungkin ini hanya perasaan saja atau memang semangatnya 2014 lagi on fire banget. Tadi, aku sempat menulis beberapa resolusi yang pengen aku wujudkan di tahun 2014 ini. Pertama sih moga aja tahun ini dapat beasiswa, yang nggak hanya dari beasiswa di kampus tapi beasiswa lainnya yang sudah aku targetkan seperti BCA Finance Peduli sama XL Leadership Future.

                Selanjutnya, yang bikin nggak bisa tidur adalah keinginan buat nerbitin buku. Aduhai, hal ini bikin aku bolak-balik ngeliatin laptop. Mulai dari cari info selfpublishing kemudian ngecek e-mail masuk yah siapa tahu ada kabar dari penerbit. Sampai saat ini lagi curhat nih, tentang New Year Eve yang dihabiskan dengan ke-on fire-an ku buat cepet-cepet nulis lagi.

                Well, aku memang lagi bener-bener punya semangat yang besar buat nulis lagi. Sudah ada beberapa langkah kecil yang akan saya lakuin mulai detik ini. Pertama, membuat e-book berisi cerpen-cerpen yang saya tulis, siapa tahu mendapat respon yang baik. Sudah kangen banget buat ngepublish karya seperti ini buat public.

                Hmmm semoga aja semangat ini nggak luntur, dan hanya berkobar di awal-awal aja. Aku harus janji sama diri sendiri, kudu bisa dan kudu wajib menepati janji supaya tercapai nih resolusi 2014. Aamiin.

PROJECT DI BULAN JANUARI 2014


                Lagi-lagi tulisan ini aku tulis supaya cepat mengantuk. Berhubung mata saya masih kuat dan belum bisa sepenuhnya tertidur, ada beberapa project dan planning yang akan aku lakukan di awal bulan di tahun 2014 ini.
1.       Minggu Pertama, menyelesaikan e-book Timeless Story terus sekalian dipromosiin di media social. Yah, itung-itung nyari komentator lah buat minta pendapat bagaimana karyaku ini, sekalian latihan nulis setelah sekian lama ini otak kaku gara-gara lama udah nggak nulis.
2.       Minggu kedua, focus banget ngerjain VB sama belajar pajak biar nilainya naik banget. Biar nggak keteteran di akhir-akhir mendekati Deadline pengumpulan. Sama nyicil nyari tugas MYOB sekalian belajar dan ngelarin matakuliah
3.       Minggu ketiga, focus deh belajar yang lain-lain persiapan buat UAS, pokoknya di minggu satu dan dua udah mati-matian belajar pajak sama ngerjain VB-nya. Minggu ini ngerjain MYOB, latihan kalau perlu private deh sama yang bisa sampe mahir
4.       Minggu Empat, seriusan belajar buat UAS, mantepin mental dan persiapan, untuk cek  apa-apa mata kuliah yang belum bisa dan masih ngeganjel di pikiran.
5.       Minggu lima, mari kita UAS, persiapin mental, banyakin shalat dan doa, sama dzikirnya juga. Sama jangan lupa puasa sunahnya.

Bismillah…. Semoga semua ini bisa teratasi dengan baik lancer dan sukses. Aamiin.

31 Desember 2013

Resolusi 2014 - Sebuah Harapan Besar

Nggak kerasa banget udah setahun ini terlewati. Banyak hal-hal yang terwujud, terabaikan dan "tergagalkan" dari resolusi yang kumau untuk setahun terakhir ini.

Berkaca dari pengalaman, aku memiliki resolusi yang nggak muluk-muluk untuk tahun 2014 ini. Yah, semoga ja ini bukan hanya menjadi sebuah catatan di Facebook ini tapi, bisa terealisasikan juga di kehidupan nyataku sebenarnya.

Seperti tahun sebelumnya, saya memiliki tiga belas resolusi, untuk tahun ini hanya ada beberapa resolusi saja ingin sekali aku capai. Takutnya kalau kebanyakan ntar nggak fokus dan malah terabaikan . Semoga ini bisa terwujud, minimal tujuh resolusi aja deh...

  1. Pertama, semoga aja IP ku di semester IV dan VI ini bagus banget yah minimal 3,50 lah ya meskipun sebenarnya target di Book of My Dream-ku minimalnya 3,81. Semoga aja bisa sampai segitu. Aamiin Ya Allah.
  2. Kedua, hmmm semoga aja aku bisa lolos seleksi beasiswa Super Semar, BCA Finance Peduli dan atau XL Leader Future. Insyaallah kalau lolos sudah ada nazar kayak pas dapet beasiswa di kemarin.
  3. Tahun ini sih targetnya di bidang kepenulisan, aku bisa nyelesaikan satu naskah novel untuk dikirim, satu naskah lagi untuk event kepenulisan. Mudah-mudahan aja bisa langsung menang atau diterima untuk diterbitkan.
  4. Lebih rajin lagi buat ikutan event kepenulisan biar dapet pengalaman dan memperkaya materi untuk menulis.
  5. Selanjutnya di bidang akademik nih, sebelum masuk semester VII, aku maunya udah punya gambaran ntar mau ambil apa untuk skripsi, tempat PKL dimana dan langsung ngerjain proposal dan segala macemnya jauh-jauh hari biar nggak keteteran.
  6. Terus, untuk ibadah sih semoga aja tahun ini semuanya dilancarin, shalat wajibnya, kiyamul lail-nya, shalat dhuha, puasa sunnah dan puasa wajib, ya mudah-mudahan sih ak berharap Riyadhah 40 Hari-ku sukses, minimal sekali aja deh selama setahun di 2014 ini.
  7. Lebih giat lagi buat olahraga, jogging sama work out.
  8. Mulai latihan TOEFL minimal dapat score 400 deh kalau belajar sendiri.
  9. Udah punya pandangan nantinya, abis kuliah mau ngapain, kerja atau mau lanjut kuliah di mana.
  10. Semoga sembilan resolusi ini terwujud semua. Aamiin Ya Allah....

27 Desember 2013

Kisah Merah Jambu-ku (Based on true story)

Dari dulu, hampir sekitar dua puluh satu tahun aku dilahirkan aku tidak pernah mau berurusan dengan hal yang kusebut "Merah Jambu" atau cinta.
Ada beberapa faktor yang membuatku menghindar dari hal beginian;
  1. Yang Pertama, aku merupakan salah satu orang yang nggak pede dan cenderung salah tingkah kalau dekat dengan orang yang aku taksir.
  2. Selanjutnya, aku tidak ingin mengatakan apa yang sebenarnya ada di hati meskipun aku tahu sejak duduk di bangku TK, SD, SMP, SMA bahkan saat kuliah aku menyukai sahabatku sendiri. Alasannya sih simple, aku nggak mau membuat persahabatanku rusak hanya gegara masalah beginian. Padahal, Ya tUhan... nyesek banget rasanya kalau liat si doi sama yang lain.
  3. Ketiga, aku tidak memiliki keberanian untuk memulai, sama halnya sih seperti yang di nomor satu. Begini, aku tuh termasuk orang yang want to know alias kepo banget kalau suka sama orang. Akun sosial medianya sampai nomor ponselnya sudah aku punya tapi, untuk memulai kenalan dengan berkedok tanya PR, salah kirim atau apalah susahnya minta ampun. Takut ketahuan!!!
Oke itu tadi intermezo aja sih. Sekarang aku mau cerita tentang merah jambuku di periode 2013 ini. Haha udah kayak kepengurusan aja pake periode segala.

Oke dimulai dari cewek pertama, sebut saja Lani. Hmmm inget bener pas petama liat dia waktu liburan, aduh Tuhan manisnya ngalah-ngalahin si Annisa Chiby. Dan dia adalah salah satu teman kampusku. Well, awalnya lancar bener deh. Kurang apa coba, pas minta nomornya dibantuin sama temen, pedekate di bantuin sama temen, curhat dan ngepoin si dia di bantuin sama temen, terus usahaku yang mana? Aduh. Usahaku sih, nyiapin mental buat jalan bareng, nyiapain tanggal yang pas buat.... Yah, I think you know what I mean-lah ya orang pedekate ujung-ujungnya mau ngapain.

Pedekate sudah cukup lama, mungkin satu bulan itu lama kan ya? Tapi, aku taksir sih nggak sampe sebulan tuh pdkt-nya. Seperti orang yang lagi PDKT kebanyakan, teleponan, SMSan dan lain sebagian lainnya tidak aku lakuin. Dan hingga malam itu. Hal itu terjadi. Jika kalian mengira ini adalah Happy Ending rasanya salah banget. Aku nggak nembak dia tapi cuma mastiin apa yang aku rasaian. Beberapa hari sebelum malam itu, aku memang sudah mulai ragu. Hingga malam itu benar saja, hubungan kami kandas di jalur telepon. Tidak pernah ada kata jadian, cuma pendekatan saja. Baik aku atau dia sama-sama tidak ingin melanjutkan. Dia ragu denganku (mungkin) tapi, di sini aku yang lebih sakit. Bagaimana tidak, seumpama aku jadian terus dia masih dekat sama orang yang pernah dekat dengannya, mau dibawa kemana hubungan kita setelahnya. Oke, itu cerita merah jambu-ku yang pertama.

Kedua, awalnya aku nggak pernah percaya kalau aura senior itu terpancar kuat di mata junior. Tapi, nyatanya? Aku membuktikan hal ini. Namanya Nana (samaran) dia adalah mahasiswa baru di kampus, sempat kubentak saat hari pertama masuk (pra -ospek). Tapi, ah mungkin aku kemakan omongan sendiri. Iseng-iseng stalking, aku follow aja akun Twitternya dan DM melayang di akunku. Dari Nana. Kami mulai berhubungan sebatas Direct Message hingga akhirnya menjadi Short Message Service. Jujur, aku yang meminta nomornya duluan, berhubung anaknya imut-imut kayak JKT48. Maklumlah ya lama di Jepang mungkin si doi(?).

Singkat cerita dan belajar dari pengalaman, aku mencoba berjalan sendiri. Aku berhubungan dengan dia tanpa sepengetahuan siapapun termasuk teman dekat sendiri, ya meski akhirnya ketahuan juga sama beberapa orang. Hih. Anaknya enak banget, nyambung dan nggak garing. Hingga akhirnya kami jalan bareng dan itupun cuman sekali dan doi yang kode-in aku buat ngajak keluar, meski ada alibi segala macam. Di jalan bareng pertama anaknya cerewet banget, ada aja yang mau diomongin, ini dan itu. Tapi, buat aku pribadi itu adalah nilai tambah karena sejatinya aku bukan dilahirkan untuk sebagai si pembicara tapi, sebagai pendukunglah biar susananya nggak garing. Hingga suatu hari, she asked me something that i should answered. Katanya, "Do you have any feeling for me?". Terus aku jawab juga, "Yes, I have. What about you? How?" tanyaku. Katanya nggak apa-apa dan dia nggak mau jawba pertanyaanku. Sampai akhirnya aku bikin dia ngerasa bersalah dengan nggak ngejawab SMSnya. Sampai akhrnya aku tahu, dia belum siap dan masih nunggu waktu. How long? Entahlah yang jelas, sepertinya dia nolaj aku secara halus. Mungkin karena aku menjawab, "If you make realtionship with me, I will serious with this, because I wanna make this to the seroius relationship (
Hmmm nggak terasa juga udah banyak banget ini tulisan yang aku tulis di sini. Itulah dua kisah merah jambu yang mewarnai hidupku di tahun 2013 ini. Well, meski ending-endingnya I dont have anyone, tapi se-nggaknya aku belajar dari apa yang aku alami itu. Aku jadi tahu bagaimana mencintai, dicintai, mengambil sebuah keputusan, menolak sebuah keraguan dan tidak mengikuti kata hati yang masih belum fix di tempatnya.

Begitulah cinta, kadang emang manis banget pas awal tapi kita tidak tahu kapan manisnya itu akan berakhir. Nggak salah kita gagal saat PDKT-an, itu artinya naluri kita sudah mendeteksi bahwa, she/he is not your right!


Ditulis dari hati,

AD

Setahun Kemarin (Sebuah Renungan)

Nggak terasa tahun 2013 sudah bakal berakhir. Banyak cerita dan hal-hal yang sudah aku lalui di tahun 2013 ini. Secara keseluruhan tahun 2013 tidak begitu mengesankan bagiku. Di awali dengan nilai IP yang turun dan tak "secantik" semester sebelumnya, belum lagi ketika aku mengalami kecelakaan kecil yang kini meninggalkan bekas luka di bberapa bagian tubuhku.

Bukan hanya itu saja, di tahun ini juga aku menerima dua kesedihan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku kehilangan kakak ipar sepupuku, sampai sekarang aku masih belum percaya dia sudah pergi meninggalkan kami semua. Pastilah, orang baik akan meninggalkan kebaikan pula untuk orang-orang yang mengenalnya.

Kedua, aku mendengar bahwa ibuku sakit. Ia mengalami stroke ringan. Ya, aku mendengarnya tidak mengetahuinya karena memang keluargaku menyembunyikan semua ini dariku agar tidak mengganggu kuliahku. Tapi, naluriku memang tidak bisa dibodohi ketika Ia dirawat di rumah sakit, entah mengapa aku merasakan kekalutan dan ketidaknyamanan selama beberapa hari. Bukankah memang ikatan batin seorang anak dengan orang tua dekatnya sangat erat.

Namun, aku juga percaya bahwa memang dibalik sebuah kepahitan akan ada manis yang menyertainya. Begini, aku tidak tahu apakah ini adalah sebuah cerita manis yang patut saya ceritakan atau hanya sebuah cerita yang tidak ada artinya. Namun, bagiku ini adalah hal yang tak terlupakan.

Pertama, aku berhasil menyaksikan matahari terbit dari kawasan gunung Bromo. Hal yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya, aku tidak tahu ini adalah sesuatu yang "wah" atau seperti apa. Tapi, kayaknya biasa aja ya? Namun yang membuat pengalaman ini mengesankan adalah cerita di balik pengalaman ini, apa yang kalian rasakan ketika pergi dengan teman atau mungkin bisa di bilang sahabat dekat kalian? Pasti akan sangat mengesankan bukan, itulah yang aku rasakan.

Kedua, aku mendapatkan beasiswa. Ya, beasiswa merupakan salah satu impianku dua tahun sebelumnya namun, hal ini baru tercapai tahun ini. Yah, memang awalnya agak kecewa juga sih dulu pas daftar belum ketrima tapi, toh God just delayed its for awhile. Itu tandanya kalau kita memang tidak diperbolehkan untuk hilang harapan.

Tahun 2013 juga punya beraneka warna salah satunya adalah warna merah jambu. Yes, it's about love. Aku akan menceritakan hal ini di psotingan lain.

Hmmm 2013. Satu tahun memang tidak terasa, bagi aku yang suka menagabaikan resolusi dan tidak memiliki usaha apa-apa untuk mewujudkannya. Mungkin akan lain ceritanya kalau aku menyisihkan sedikit usaha untuk berjuang membuat resolusi yang kubua di tahun 203 menjadi nyata.

Well, a year is over for a minute. Mungkin saatnya kita merenungkan apa yang menjadi kekurangan di setahun kemarin dan dijadikan cerminan di tahun mendatang. Juga, meningkatkan apa yang telah kita capai agar lebih mengesankan.

Dan dengan menulis ini aku ingin meyakinkan diri bahwa, kebaikan berasal dari hati dan usaha yang baik. Sedangkan keburukan adalah dua kemungkinan, mungkin kita berusaha namun gagal atau mungkin karena kita tidak pernah mau berusaha dan mencoba.

-AD

23 September 2013

40 Hari Saja (Doa)

Ya Allah, Rabbi....

Aku tahu aku sudah melakukan apa yang seharusnya tidak aku lakukan,

Aku sungguh sangat menyesali itu, Ya Rabb...

Aku kesal dengan kegagalan yang kuulangi,

Ya Allah...

Aku mohon kepadaMu,

Limpahkan Ridho dan kebaikanMu kepadaku,

Dalam empat puluh hari saja ya Allah...

Mudahkan aku membaca Waqiah-Mu, Al Mulk, Al Hasr, Ar Rahman, Yaasin, Al Kahfi, dan firmanMU yang lainnya, setiap hari Ya Allah....

Bangunkan pula aku besok pagi, lebih pagi lagi Ya Allah,

Untuk bisa berbicara secara langsung di dalam Tahajud dan Witir yang pernah aku tempuh,

Mudahkan semuanya lewat Dhuha yang kulakukan

Berikan segala kebaikanMu untuk hamba, Ya Allah....

Ya Allah....

Permudahlah hamba untuk mengingatmu lewat shalat awal waktu di masjidMu,

Lewat dzikir, shalawat, tasbih dan bacaan suci lainnya...

Ya Allah permintaanku tak banyak....

Dalam empat puluh hari ini, permudahlah Ya Allah....

Segala urusan dunia dan akhiratku,

Bahagiakan aku di dunia maupun di akhirat Ya Rabb...

Aamiin Allahumma Aamiin....

Dan, Allah ialah Dzat Yang Maha Adil (Reflection)

Sobat, hari ini saya akan bercerita tentang Sang Maha Agung yang tak pernah bisa kita tolak keMaha PerkasaanNya.
Pernahkah kalian berpikir bahwa apa yang ada di dunia ini sudah disediakan semudah-mudahnya?
Terlebih jika kita berasal dari keluarga menengah ke atas, saya dan kalian adalah bagian dari sekumpulan beberapa orang yang beruntung di dunia.
If want to buy something, you can buy easily or you have to save the money.
If you want to connect with the others, just On your gadget, you will connected to the others.
Dan kenikmatan-kenikmatan lain yang bisa kita dapatkan dengan mudah, sangat mudah.

Sekarang, kita sebagai manusia yang boleh dibilang serba mudah, dalam konteks apapun rasanya sangat kurang jika kita melupakan sesuatu yang sejatinya ada bersama kita semenjak kita belum menjadi apa-apa. Dia adalah Tuhan kita Yang Esa, Allah SWT.

Sobat, hari ini saya kembali merenung....
Rasanya hina sekali jika apa yang telah saya lakukan selama ini hanya membuat terhalangnya kebaikan Allah terhadap hidup kita.
I've just try the easy ways to close to God. Beberapa hari yang lalu saya gencar melakukan ritual Riyadhah 40 Hari. Suatu cara yang menjadi pembantu saya untuk bisa mendekatkan diri pada Allah. Namun nyatanya, saat ini saya begitu kesal dan kecewa. Ritual saya gagal.

Mendekatkan diri pada Allah is easier than to resist the enemies. Who is the enemy? Enemy yang saya maksud adalah syaitan, godaan, maksiat dan segala keburukan lainnya. Ya, saya melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan selama ritual Riyadhah saya. Dan, sekarang saya sangat menyesalinya. Amat sangat.

Ketika Riyadhah saya berjalan dalam satu minggu, I get the goodness from the God. Segala yang baik-baik datang pada saya. Dalam bentuk apapun itu. Kemudahan dalam kuliah, rezeki, bahkan some friend told me that my face cleaner and shiny. Itulah cahaya yang mungkin saya dapat selama satu minggu. Bahkan, dalam hati saya, saya juga merasakan ketenangan yang begitu dalam. Subhanallah. Rasanya, ingin sekali saya bisa bertahan seperti ini hingga ribuan hari selanjutnya.

But, I'm just the ordinary person. Keimanan masih labil, keyakinan masih naik turun begitu pula dengan sesuatu yang seharusnya kita jaga, hal kebaikan dan keburukan yang telah Allah jelaskan. Mengingat kesalahan ini, ingin rasanya saya mengulang kembali waktu itu. Saya merusak Nur yang telah Allah beri dengan satu kesalahan kecil dan fatal. Dan, tahukah apa yang saya rasakan setelahnya? I really wont you to try it! Hidup menjadi galau. Agak melankolis memang, tapi faktanya begini, setelahnya sholat saya menjadi tidak teratur - the worst thing that I've did, kuliah saya berantakan dalam artian saya mengalami ketidakmengertian dalam mata kuliah dan selanjutnya adalah dilepasnya kenikmatan atas apa yang Allah beri sebelumnya.

Sobat, begini inti dari apa yang saya tulis adalah...
Jika kita melakukan sedikit kebaikan saja sudah akan mendapat balasan kebaikan yang jauh lebih banyak dari Allah.
Begitu pula sebaliknya. Itulah hukum alam yang berlaku.
Seperti apa yang saya alami setahun terakhir....
Dua tahun yang lalu saat IP saya anjlok, saya benar-benar kecewa dan kesal dengan diri sendiri. Tapi, semester selanjutnya, Allah memberi kesempatan yang sangat banyak. IP saya yang 3,17 menjadi 3,80. It's really awesome and I dont think that I'll got this GPA.
What's the secret?
Saya rajin shalat, jamaah di masjid - hanya terkadang saja. Cuma dua cara itu saja saya dapat nilai seperti itu, apalagi jika banyak amalan kebaikan lainnya? Mind it!
Namun, setahun terakhir, I really dissapointed with myself. IP saya bener-bener jelek. Dan tahu apa yang terjadi dalam jangka waktu setahun terakhir kemarin? Saya banyak melakukan keburukan, shalatpun jarang berjamaah dan di awal waktu. Itulah sebabnya saya membenci keburukan.

But now, I will change these....
Ada banyak harapan yang kugantungkan di masa dua tahun terakhir saya menempuh kuliah ini.
Aku hanya ingin kebaikan-kebaikan Allah yang pernah diberikan, getting back to me anymore.
Wish saya kali ini nggak muluk-muluk, cukup mendapat IP yang tinggi meski saingan di kelas sangat ketat dan bisa lulus dengan nilai cumlaude serta mendapat beasiswa.

Bismillah....
Ya Allah berkahi jalanku, mudahkan kebaikanMU mendekat padaku.
Aamiin.

26 Agustus 2013

5cm is inspiring movie


Sinopsis

           Adalah Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho diantara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

          Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini. Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.


Wish Ranukumbolo

Saya tidak tahu apa yang saya pikirkan seharian kemarin. Mendadak, tadi pagi saya bermimpi indah. Bukan hanya sekedar mimpi tapi lebih dari itu mimpi yang memiliki efek yang luar biasa bagi saya.
Seperti mimpi - bunga tidur, pada umumnya saya agak bingung bagaimana awal kisahnya. Yang jelas, saat itu di dalam mimpi saya, saya dengan beberapa teman saya berdiskusi. Saya juga tidak begitu ingat siapa yang berada di dalam mimpi saya. Beberapa teman saya di dalam mimpi tersebut mengatakan ingin ke ranukumbolo. Tapi, hanya sebatas keinginan saja. Beberapa saat kemudian keinginan itu sudah sirna dengan obrol ngalur ngidul yang tidak jelas. Lalu, saya kembali menekankan tentang rencana untuk ke Ranukumbol. Entahlah kemudian, beberapa saat kami ingat kembali pada Ranukumbolo tapi sesaat kemudian melupakannya. Begitu seterusnya.

Seperti pada sebuah film, saya kembali berbicara entahlah saya juga agak bingung mengapa di dalam mimpi pun saya mendadak puitis seperti ketika saya menulis. Salah satu teman saya bertanya mengapa kita harus bermimpi dan mengapa saya ngotot untuk memaksa mereka untuk ke Ranukombolo mewujudkan mimpi. Lalu saya menjawab, "Saat kita bermimpi, kita harus berusaha meuwujudkannya karena jika tercapai semua akan sangat indah". Intinya seperti itu. Tapi, saya agak lupa dengan dialog asli saya di dalam mimpi hhe.

Lalu, entah saya tidak tahu pada scene apa, saya melihat topografi tiga dimensi dari untuk kawasan Bromo dan Semeru. Dan di saat itu pula, saya dan teman teman "beradegan" mendaki sebuah jalan setapak untuk meninggalkan. Sayang sekali,dalam mimpi tersebut tidak ada adegan saat kami (mungkin) berada di Ranukumbolo.

Well, saya sangat senang dengan mimpi yang luar biasa ini. Beda dari mimpi yang sebelumnya. Valuable dan sangat memiliki pesan yang kuat. Percaya atau tidak, setelah saya bermimpi ini, saya memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Pokoknya satu mimpi setiap hari. Harus terwujud.


                                                                                                         Dream catcher.


                                                                                                        Arif Darmawan

9 Agustus 2013

Aku (Ingin) Seperti Malaikat

Dear God...

Dalam bayang-bayang kelam yang sering datang tiba-tiba aku terkadang tak tahu panggilan mana yang harus kuturuti. Aku selalu berpikir, di dalam jiwa ini sadar akan balasan yang akan Engkau berikan pada umatMU yang nakal. Tapi, setiap kali aku melanggar titahMU, selalu saja aku merasa bisa untuk tak mengulanginya lagi. Sulit. Memang sangat sulit bagiku untuk mengindar. Begitu sempurna diriMU menciptakan hitam dan putih yang selalu ada berdampingan. Terkadang aku berharap, suatu saat aku bisa berhenti untuk tidak nakal lagi, untuk tidak menjerumuskan diri pada telaga yang memiliki dasar keruh dan gelap yang tak bisa kulihat secara jernih. Namun, semakin aku jauh menceburkan diri pada telaga itu semakin aku menuruti yang Kau larang. Ya Allah, Engkau begitu baik. Sangat baik. Tak pernah terbesit dalam benakku, bila kedustaan dan kehinaan yang kulakukan selama ini Engkau balas dengan kasih sayang yang hanya membuatku terdiam. Terdiam karena tak habis pikir, mengapa sebaik ini Engkau pada umatMU yang kotor.

Sering aku mendekat padaMU. Sering pula aku berjalan mulus di jalan lurusMU. Tapi, sering pula aku melanggar perintah-perintah yang Kau beri. Sering pula aku melupakan balasanMU dengan leluasa melakukan dosa yang sulit untuk di tinggalkan. Aku ingat betul saat Kau benar-benar memelukku dalam rahmatMU. Saat itu aku benar-benar tah.

this is posted here on Juni, 23rd -  2011 at 03:27 pm

28 Juli 2013

Aku Mencintaimu



Di matamu aku melihat...
Di bibirmu aku merasa...
Di nafasmu aku cinta....
Dan pada pelukmu aku merindu...


Ku tak tau apa yang kulakukan
Saat kau s'lalu hadir dalam tidurku
Ku coba tuk katakan...
Perasaanku padamu
Namun mulutku terkunci tuk bicara padamu.

Kini aku mengerti...
Tak selamanya harta itu abadi
Dan kini aku juga yakin...
Tak selamanya benci itu ada.

Ku ingin suatu saat nanti
Kau tahu rasa dan perasaanku
Aku juga ingin kau tahu bahwa...
Aku cinta padamu...
Selamanya....

Ditulis oleh pelajar kelas 2 SMP sekitar tahun 2007-2008.

Puisi ini merupakan puisi saya yang disimpan hingga sekarang. Puisi ini tak lain merupakan puisi hasil tugas dari guru Bahasa Indonesia di bangku kelas IIX atau II SMP. Setelah sekian lama, agak weird juga membaca puisi ini. Bayangkan saja, anak seumuran saya (waktu itu) sudah mengerti beginian. Saya, terkekeh sendiri membacanya, merasa seperti seorang Ayah yang sedang membaca karya anaknya. Begitulah, manusia terlahir sebagaimana umur mereka. Siswa SMP yang masih labil, baru gede dan belum memiliki pengalaman apa-apa.

Writing Storygraphy, Menulis Sejak SD

Kali ini saya akan menceritakan tentang bagaimana saya mulai menulis hingga seperti saat ini. Semua berawal dari sejak saya belum duduk di bangku pre-school atau dulu yang lebih ngetrend dengan sebuatan Taman Kanak-Kanak. Saat itu saya yang masih belum bisa membaca, suka sekali kalau ibu saya yang notabene membawakan saya buku bacaan, terutama buku bacaan bergambar. Meski saya tidak bisa membaca, saya senang melihat ilustrasi gambar yang ada di buku - buku tersebut. Bahkan, dulu saya sering sekali ngembek, berantakin kamar kalau ibu saya tidak membawakan buku.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, saya suka sekali membaca buku cerita bergambar. Saya masih ingat sekali, dulu waktu itu saya suka banget baca cerita tentang sekelompok tikus yang tinggal di hutan dan menjadi incaran kucing. Tapi, saya lupa alurnya seperti apa. Saya cuma ingat bagian gambarnya saja, sampai sekarang.

Kurang lebih, kalau nggak salah saat saya duduk di bangku kelas 3-4 SD, saya mulai suka menulis. Awalnya, gara-gara teman saya waktu itu - namanya Dini, dia nulis suatu cerita dan ikutan lomba ngarang. Nah, nggak tahu mungkin saya merasa dia saingan saya waktu itu, saya juga mulai menulis. Dan tahu apa yang saya tulis? Kisah tentang tikus hutan dan kucing yang saya baca. Alhasil, Dini merasa kalau cerita yang saya tulis sangat bagus dan ia tertarik. Kalau saja saat itu dulu saya plagiat, mati dah saya. Namun, hal itu nggak membuat saya nyerah, saya mulai punya ide untuk menulis tentang seoarang anak bernama Bimo yang berlibur di rumah neneknya, bersama beberapa temannya. Namun, saat liburan mereka dihadapi masalah karena salah satu teman mereka diculik. Dan, saya hanya ingat ide saya untuk menulis cerita tersebut hanya sebatas itu. Mungkin lain kali saya usahakan deh coba nulis cerita masa kecil saya itu.

Berlanjut tuh di bangku SMP. Masa-masa labil, paling pengen dilihat yang paling keren dan gak gaul kalau nggak punya handphone Nokia 6600. Itulah masa SMP saya sekitar tahun 2006an. Di bangku ini saya juga udah mulai suka menulis (lagi). Gara-gara, kakak kedua saya, ia menulis cerita tentang hubungan asamaranya di bangku SMA. Lihat dia nulis berasa keren banget deh! Apalagi ditambah teman-teman saya kalau di sekolah udang nggak ada pelajaran - setelah ujian semester, udah pada heboh tuh yang mau baca teenlit sampai pinjem ke rental buku, yang saya ingat nama rental yang terkenal itu Valeria.

Di bangku SMP saya mulai menulis tentang kisah tiga laki-laki yang pengen banget punya pacar namanya Dika, Ryan dan Bagas. Saat itu saya memberinya judul, "The Joker Boyz". Sebenarnya, yang memotivasi saya saat itu adalah ketika saya pinjam teenlit teman, selalu deh pertama kali yang dilihat mesti biodata pengarangnya. Nah, penulisnya cowok masih SMA pula. Sempat kepikiran juga tuh dibenak saya, kalau saya nulis mungkin saya penulis cowok termuda di Indonesia. Hal itu yang mengubah pandangan saya bahwa penulis itu nggak melulu cewek. Balik lagi ke cerita The Joker Boyz, saya waktu itu nulisnya cuma dikit-dikit bahkan sampai sekarang belum selesai. Doain aja biar ada niatan buat nyelesain. Nah, saya kurang tahu waktu itu kelasnya cuma berapa bab, udah deh naskah tak terselesaikan itu langsung saya print out. Dan, saya mulai pamer karya. Hasilnya? Tuh naskah dipinjam sana-sini. Saya, mendadak terkenal karena bisa bikin (naskah) novel (yang tak terselesaikan).

Berlanjut di SMA saya menemukan banyak banget perubahan. Saya mulai serius nulis. Saya punya novel, judulnya Delovacious, saya menulisnya sejak akhir SMP hingga SMA kelas X atau I. Nah, saya tulis novel itu sampai rampung, diedit berkali-kali, diubah alurnya. Sampai akhirnya saya berhasil menyelesaikannya. Seperti saat saya di bangku SMP, saya memamerkannya pada teman seangakatan. Udah mulai nyebar itu novel, saya juga nyuruh mereka ngasih testimoni di lembaran kosong dibelakangnya. Overall, tanggapannya sih positif dan mereka sangat setuju dengan novel yang saya tulis.

Di tahun kedua di bangku SMA, iseng saya mengirimkannya ke penerbit mayor. Satu bulan, dua bulan, tiga bulan dan hampir enam bulan, ada surat balasan dari penerbit tersebut. Duh, saat itu saya senangnya mint ampun, padahal cuma dapat surat dari penerbit yang saya kirimi novel! Nah setelah dibuka, novel saya tidak bisa diterbitkan. Ga munafik, sedih pastilah. Saat itu sempat putus asa, agak dongkol juga dan bingung, emangnya bagian mana sih yang bikin gagal terbit? Kalau ditelaah, banyaaaaaaaaak!!!Saya akan ceritakan di lain kesempatan.

Di sisi lain, sudahlah saya putus asa. Saya bagiin itu novel dijejaring sosial ke komunitas yang menjadi inspirasi dari novel tersebut. Dan tahu yang terjadi? Banyak friend request di akun Facebook, pujian dan lain sebagainya tentang novel yang saya tulis. Siapa sih yang nggak senang kalau dipuji? Tapi, saya hanya menggap itu sebagai bentuk dukungan saja karena bakat saya, menulis.

Ada cerita yang nggak bisa aku lupakan dari kisah menyebarnya novel saya ini. Sore-sore saya sedang menulis naskah novel, entahlah saya lupa novel yang mana. Ada pesan masuk di ponsel saya, dari seseorang yang nggak saya kenal.
Dia bilang, "Ini Arif ya? Penulis  novel Delovacious?"
"Saya menemukan novel ini di dekat LBB Galileo, ada nomor kamu, ya udah saya baca dan hubungi kamu," balasnya setelah saya tanyakan ada apa.
Singkat cerita, dia blang kalau dia sudah baca ceritanya dan membuatnya nangis bukan hanya itu di dalam print out novel itu ada juga beberapa cerpen yang diprint out. Sebenarnya, saya nggak GR dia bilang seperti itu tapi, yang bikin saya bilang "Gila, sampe segitunya!" adalah si pemilik print out saya itu. Dia, yang saya sendiri tidak tahu siapa, bela-belain print out novel saya dan beberapa cerpen yang saya tulis.

Dari kisah ini saya belajar, bahwa tak peduli seberapa tulisan buruk yang kita punya tapi, dengan adanya pendukung, pembaca atau mungkin bisa saja disebut fans. Seorang penulis bis amenjadi lebih baik dan lebih semangat untuk berkarya.

Saya terkadang malu sebagai diri saya sendiri hingga saat ini, pingin dah jadi penulis yang terkenal, jadi pembicara di sana - sini, keliling Indonesia, buku-buku bestseller dan lebih awesome-nya lagi kalau sampai difilmkan. Tapi, apa? Saya suka mengulur waktu untuk menulis, malas dan bosan.

Alhasil, duduk di bangku kuliah saya cuma sedikit untuk menulis. Menulis hanya bila ada waktu, bukan menjadi kebiasaan. Hanya menulis kata-kata sederhana dan cerpen. Beberapa, saya juga menerbitkan kumpulan cerpen Bersamamu di selfpublishing.

Dan sekarang, Juli 2013 saya mau berubah. Saya mau istqamah buat nulis, kalau dulu, writing is my hobby tapi, saya akan ubah mind side itu menjadi, writing is my habbit. Insyaallah.

5 Mei 2012

For The First Time



Hari ini begitu mengesankan bagiku. Karena hari ini untuk pertama kalinya aku berbicara dengan seseorang yang sangat aku kagumi, meskipun aku hanya bicara ala kadarnya. Ceritanya, saat aku bertemu dengannya kau mendadak agak salah tingkah. Entahlah aku begitu bingung, apalagi ketang ika aku melihat matanya yang bersoft lense ke ungu-unguan yang nge-jleb di mataku. oh My God! Aku nggak tahu kenapa aku mesti begini sama dia? Mengapa aku begitu mengaguminya aku nggak ngerti, sayang banget dah dia udah punya pacar. Mungkin ini nasib

ku hanya mengaguminya bukan untuk memilikinya. end....

4 Mei 2012

The Untold Stories




Tak ada yang ingin aku tulis di pagi ini, aku merasa tidak ada pikiran yang pas untuk menulis sesuatu di hari keempat di bulan Mei ini. mungkin ini adalah pengaruh dari beberapa hari aku tidak menuliskan kisahku. mungkin ini ada sedikit yang bisa aku tuliskan, pada hari Rabu (2 Mei 2012) pagi itu ada mata kuliah akuntansi di jam pertama, aku tak tahu mengapa pagi itu juga aku merasa sangat mengantuk. mungkin karena semalamnya, aku tidur di atas jam dua belas malam, hal yang nggak biasa aku lakuin. Yah, malamnya itu aku sedang asik surving internet. Sebenernya agak kecewa juga karena hal ini membuang waktuku, apalagi sesuatu yang nggak penting aku lakuin dan membuat akau jatuh pada lubang yang sama untuk ke sekian kalinya. Ah aku salah nulis ternyata kejadian tadi itu ada di tanggal 1 Mei 2012!! Dasar pikun!!!!

Gini, hari rabu itu sebenarnya nggak ada sesuatu yang special. Hari Rabu aku ada quiz mengenai manajemen mutu, parahnya lagi aku nggak belajar apa-apa tapi, kabar baiknya ya aku bisa ngerjain soal-soal meski tanganku terasa begitu pegal dengan menulis jawaban yang sangat panjang. Tapi, aku berharap hasilnya akan maksimal dan lebih dari sekedar memuaskan.

Sore harinya, hal yang paling nggak aku sukai sedang aku alami! Rencananya aku akan mengadakan rapat untuk program kerja Pelepasan Alumni namun semuanya menjadi kacau karena teman-teman nggak ada yang mau datang! sial! padahal hari itu sudah aku siapin semua bahan untuk aku diskusikan sama mereka! intinya, hari rabu itu adalah hari dimana aku mengalami sedikir kekesalan namun aku nggak merasakannya sebagai suatu hal yang tidak menyenangnkan. keep smile! :)
(diary yang nggak banget -,-')

Tanggal 3 Mei 2012, hariku berawal dari ATM. Seebelum kuliah aku mampir ke ATM untuk mengambil uang bulananku namun, ketika aku tengah mengambil uang tersebut eh malah uangnya ngggak keluar-keluar. Hahaha ya udah daripada aku menanggung kekecewaan, aku kemudian menatap CCTV sambil bergaya cheers, penting banget gak seh!!!! Setelah itu, aku langsung ke kampus dan mengerjakan tugas dari dosen yang lagi nggak masuk. Habis itu, aku uts mengenai microsoft acces, momok yang menakutkan bagi teman-temanku dan termasuk aku. Namun, aku menghadapinya dengan tenang meskipun sebenarnya aku juga agak nggak tahu. Aku percaya pada pikiranku bahwa nantinya aku pasti bisa,ilmu yang aku setting dari video The Secret yang aku tonton beberapa bulan yang lalu. Saat uts berlangsung, aku agak nervous ketika data yang aku input bermasalah, meski awalnya aku khawatir, cemas dan agak galau, namun God show me the way, hehehe, akhirnya semua bsa diatasi dengan lancar. Tanpa terasa nih, waktunya udah habis sehingga semua mahasiswa diharuskan untuk meninggalkan ruangan. Untunglah tugasku sudah selesai, ada cerita menarik dari uts kali ini. vani, dia teman sekelasku yang bersebelahan denganku saat ujian, dia begitu galau saat mengerjakan ujian karena ia belum selesai mengerjakannya. Ia juga sempat menanyakan beberapa hal kepadaku meski itu dilarang, aku berusaha untuk membantunya. al hasil, kegelauannya meningkat saat Pak Arief menyatakan kalau nilai dia akan dibagi dua, dan eng ing eng.... si Vani langsung aja mendadak galau dan risau sehingga tak tertahankan air matanya jatuh membasahi pipinya. hiks... hiks... terharu...

Lama setelah kejadian dikampus. singkat cerita matahari udah tenggelam dan berganti dengan munculnya sinar rembulan. setelah shalat magrib aku berencana untuk mengambil uangku di ATM dan membeli buku di Malang Town Square. Ketika di ATM aku berhasil menarik uang, ternyata seharusnya tadi pagi aku memencet "Tabungan" bukan "Giro" entah udah berapa kali aku sering lupa. ckckck ketika uang udah keluar, dan kartu muncul, aku malah sibuk mengurusi uangku dan tak lama kemudian kartu ATMku tertarik lagi ke mesin ATM. Menyedihkan pemirsa :'(. Bener-bener masalah banget dah, kalau udah gini aku harus ngurusin ke bank ini, hadehh...

Kemudian usai dari ATM aku langsung melajukan motorku menuju Matos, ketika sebelumnya aku mengantar anak kecil yang nggak kukenal ke suatu tempat ketika ia memintaku untuk mengantarkannya. Entahlah aku ini sok baik atau apa kok malah mau nganterin mereka. hahaha. Back to Matos, di Matos aku langsung menuju Gramedia, aku langsung mencari buku tentang Blog yang ingin kubeli pada Sabtu lalu dan eng ing eng setelah aku ke TKP tuh buku obralan udah nggak tau ngilang ke mana, yang ada malah tumpukan buku anak-anak. Hadeh langsung aja deh kalo saat itu aku bisa guling-guling di lantai, aku pasti udah guling-guling sambil nangis. hahaha. Tapi, kemudian takdir membawaku menyusuri toko buku itu. Sebenarnya nggak ada buku yang mau aku beli selain buku Blog itu akhirnya berkeliling di tempat tersebut melihat-lihat buku di sana. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk membeli buku The Secret, meski harganya mahal namun lagi-lagi takdir yang membawaku untuk menjadikan buku The Secret berjejer dikoleksi bukuku.