22 Agustus 2010

Puisi Untuk Tuhan


Kala ku terbangun dari tidur siangku,
Aku mulai membuka mataku yang telah terpejam,
Sejenak ku tenangkan diri dan mensyukuri hidup yang masih diberikanNYA,

Ku basuh jiwaku,
Ku sucikan batinku dengan air suci berintan yg indah,
Ku lantunkan niat untuk menyucikan diri
Yang telah ternoda oleh dosa,

Ku tunaikan kewajibanku menghadapMU,
Ku temuiMU dalam shalat Asharku,
Ku temuiMU untuk mengungkapkan rasa syukurku,

Ketika ku akhiri shalatku, aku kembali menghadapMu,
Menghadap untuk memanjatkan doa-doa dan impian serta harapan yang ingin ku wujudkan dengan bantuanMU,
Namun, tak ku sadari tak ada satu kata terucap,
Saat syahadat berkumandang dari hatiku,
Mulutku bergetar, mataku terguncang dan batinku menyesak dalam,
Aku menangis...
Menangis
dan terus menangis tanpa mengucap satu kata pun,
Aku menangis karena aku bahagia sekaligus menyesal,

Ya Allah, mengapa Kau baik padaku?
Mengapa KAU masih mengasihi aku?
Mengapa Ya Allah? Mengapa?
Mengapa tak pernah kau beri aku imbalan yang pedih atas dosa yang ku lakukan selama ini? Mengapa Ya Allah?

Ya Allah ampuni aku,
Ampuni aku yang telah jauh tak mendengar peringatanMU,
Peringatan yang selalu KAU tunjukkan padaku Ya Allah,
Aku benar-benar manusia berdosa,
Aku tak tahu apa Engkau mengampuni aku?
Hal yang menurutku mustahil Ya Allah,

Ya Allah hatiku senang tak terucap,
Kau memberiku hidayahMU padaku hari ini,
Aku tak tahu harus mengucapkan apalagi atas hidayah terbesar ini untukku,
Ya Allah aku benar-benar minta maaf,
Ampunilah aku ya Allah,
Jauhkan aku dari neraka dan bukakan pintu surgaMU,
Ya Allah batinku ingin berteriak untuk berterima kasih padaMU tapi tak bisa,

Ya Allah aku mencintaiMU,
Aku tak akan melupakanMU lagi Ya Allah,
Aku mencintaiMU,
Aku mencintaiMU,
Aku mencintaiMU,
Ya Allah bimbing aku,
Lindungi dan peluk aku agar tak lagi mengecewakanMU Ya Allah,
Terimalah taubatanku,
Ya Allah sekali lagi terima kasih atas hidayah dan petunjuk yang Kau berikan,

this poetry posted first time here

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar