2 Mei 2011

Sebutir Kecemburuanku

Namaku Junbu Darmawan. Aku adalah siswa kelas 12 dan bersekolah di salah satu sekolah favorit di Bandung. Kali ini aku ingin mencurahkan isi hatiku, ya isi hatiku. Kalian boleh percaya atau nggak, tapi inilah adanya.



Aku bingung harus memulainya dari mana untuk mengutarakan isi hatiku ini. Aku tak memiliki banyak teman yang bisa menampung dan mau mendengarkan curahan hatiku ini. Jujur, aku hanya memiliki beberapa teman dekat saja, tak banyak. Diantaranya adalah Ayu dan Fifi.



Awalnya aku tak pernah percaya kata orang, kalo seandainya kita sering jalan sama seseorang tak menutup kemungkinan kita akan memiliki rasa yang lain, seperti perhatian atau kasih sayang yang lebih. Aku mau jujur nih, aku tak pernah merasakan apa-apa selama aku, Ayu dan Fifi jalan bersama selama hampir 3 tahunan. Namun semua itu berubah saat . . .




Siang hari saat istirahat, banyak temen-temen cewek di kelas pada ngegosip, dan aku denger, mereka juga lagi ngomongin si Ayu yang beberapa hari terakhir ini katanya sering diantar jemput oleh Bagas.
What? Aku bener-bener kaget, karena ga biasanya Ayu mau jalan bareng cowok sembarangan (karena aku tahu dia cewek baik-baik). Sejak saat itu aku tak tahu mengapa begitu keberatan kalau mendengar nama Bagas dan Ayu. Aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri tentang apa yang aku rasakan. Entahlah aku bingung dengan semua ini mengapa aku sangat keberatan Bagas dekat dengan Ayu? Lalu, kenapa aku merasa keberatan padahal aku tak pernah merasa naksir pada Ayu? God, aku benci ini semua . . .



Malam harinya, aku menemui Fifi di rumahnya. Aku mulai menanyakan macam-macam tentang kedekatan antara Ayu dan Bagas. Hingga akhirnya, Fifi menceritakan semuanya kalo Bagas mendekati Ayu dan Ayu memiliki perasaan yang sama pada Bagas, cinta. Saat itu, aku benar-benar tak menyangka mendengarkan itu semua. Aku seperti tak terima mendengarnya. Apa tak terima? Ya tak terima karena aku merasa mulai cemburu pada Bagas yang mendekati Ayu.



Hari-hari yang aku lalui sangatlah sulit. Di sisi lain aku harus menjaga hubungan persahabatanku dengan mereka. Di sisi yang lainnya lagi, aku harus bisa memendam perasaanku agar Ayu tak tahu tentang perasaanku. Belum lagi, aku harus menelan sebutir kecemburuanku tiap kali aku melihat Ayu dan Bagas jalan bersama di hadapanku. Oh Tuhan, aku benar-benar tak menyangka akan jatuh cinta pada Ayu, kenapa harus Ayu? Tuhan jika Ayu bukan untukku berikan aku cinta yang lebih sempurna. Aku tak mau menelan sebutir kecemburuan ini berlarut-larut. Lepaskan aku dari bayangannya dan besarkanlah hatiku untuk menerima kenyataan yang ada.

Sebutir kecemburuanku, mungkin hanya akan menjadi kenangan terpahit yang pernah ku telan...


posted first time here at January, 12nd 2011 on 12.09 am 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar