15 Agustus 2011

Di Antara Dua Wanita

"Rio, gue mau putus sama elo!" seruku pada pacarku saat kami bertemu.
"untuk apa? Bukankah masih bisa kita selesaikan baik-baik?" tanya Rio heran.
"gue udah jenuh, bosen, akhir-akhir ini elo terlalu sibuk sampai-sampai elo ga ada waktu buat gue," jawabku kembali menjelaskan.
"Cesya, harusnya elo dengerin penjelasan gue dulu. Elo kenapa sih?" rio kembali bertanya.
"cukup. Gue mau putus." jawabku cuek lalu pergi meninggalkannya.

Sungguh pilihan yang sulit untukku meninggalkannya. Bagaimana tidak, di sisi lain aku sangat sayang pada laki-laki yang begitu aku kagumi ini, tapi sikapnya yang mulai berubah membuatku jenuh dan kesal. Rio sering sekali membatalkan janji denganku, sering tak memiliki waktu buatku dan masih banyak lagi.

***

"Kenapa elo putus sama Rio? Dia kan baik?" tanya Tasya heran saat kami sedang mengobrol di kamar.
"Habisnya sih dia udah mulai berubah, kesel gue lama-lama." keluhku pada Tasya.
"Kenapa lagi?"
"Dia udah mulai ga banyak waktu buat gue dan kadang sering batalin janji tau gak?" jawabku jutek.
"Cey, seharusnya elo lebih dewasa lagi. Rio begitu karena mama dia sakit,"
"kok elo jadi belain dia sih?"
"bukannya belain, mama Rio mengidap penyakit ginjal yang akut, mungkin karena ia harus jagain mamanya yang memang udah lemah yang harus cuci darah tiap minggu,"
"apa? Elo serius?"
Tasya mengangguk.
"Kalo memang begitu kenapa Rio ga cerita? Oh God, maafin aku," ucapku menyesal.

***

Puluhan orang memakai busana hitam perlahan meninggalkan tanah basah di hadapanku. Aku masih tak kuasa menahan beningnya air mata yang terus menetes ini. Aku benar-benar menyesal. Mengapa aku harus membuat Rio lemah disaat ia rapuh? Bukankah seharusnya aku ada buat dia untuk menguatkannya?
"Rio, maafin gue ya!" seruku dengan suara parau.
"sekarang elo puas? Ternyata di dunia ini gak ada wanita sebaik mama gue," jawabnya sambil terus menatap batu nisan mamanya.
Aku terdiam. Menyesal rasanya pernah meninggalkan seorang yang benar-benar aku cintai. Kini, cinta Rio udah tak akan ada lagi untukku.

                                                                        the end

this story posted first time here

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar