7 April 2012

Mr. Galuh Golden Words

Siang itu adalah siang dimana waktu yang sangat pas untuk tidur siang, yang merupakan salah satu hobi favoritku. Anginnya yang sepoi-sepoi disertai dengan cuaca panas yang mendukung, rasanya ingin sekali bisamerebahkan diri di kamar kost. Hoam!

Minggu-minggu pertama kuliah, seperti biasanya pasti akan sepi dengan yang namanya kehadiran dosen. Namun, ada yang berbeda kali ini. Meski suasana kampus udah sepi karena sebagian besar mahasiswa udah pada boci alias bobok siang (sok tau #plakk!!), tapi di kelasku masih ada mata kuliah perdana dan matakuliah terakhir di hari itu.

SETELAH shalat dzuhur, aku dan teman-teman standby di kelas sembari menunggu Pak Galuh untuk memberi materi. Sumpah demi apa, selama nunggu beliau ngantuk menggila. Hehehe. Dan, Alhamdulillah yah, seorang pria dengan menggunakan kacamata dan menggendong tas ranselnya masuk ke ruangan. Berhubung ini adalah pertama kalinya beliau mengajar di kelas so, siang itu diisi dengan perkenalan biasa, mulai dari tentang biografi beliau, keseharian sampe ke hobi yang beliau punya. Yah, lumayanlah acara perkenalan itu tidak membuatku ngantuk.

So mana Golden Wordsnya???

TUNGGU sebentar nah, ni masih dicari bagian mana yang memuat Golden Words, hehehe. Dimulai ketika beliau cerita kalau ia sering beruntung. Mulai dari beberapa property yang dimilikinya sampai keinginannya semuanya “kedengaran” sekali kalau ia memang beruntung. Tepat ketika ia cerita, kala itu ia sedang ada acara di kota Bandung (kalau ga salah) kemudian ia berjalan-jalan sebentarke Tasikmalaya (kalau ga salah lagi) ketika perjalanan itu pula, ia mampir ke sebuah pameran perhiasan. Di tempat tersebut ia begitu “naksir” dengan perhiasan yang dipamerkan, sampai-sampai ditulislah type perhiasan tersebut. Sepanjang perjalanan, ia teringat pada kata-kata seorang motivator di sebuah seminar yang diikutinya yang berbunnyi, “Ketika kita memiliki kemauan, seharusnyalah kita focus pada apa yang kita mau,”. Ia pun ketika melihat perhiasan tersebut focus pada perhiasan yang dipamerkan tersebut. Setelah meninggalkan lokasi dan balik ke hotel, salah satu seorang temannya di Malang menghubunginya kalau dia memiliki sesuatu yang pasti akan disukai oleh beliau.

ALHASIL setelah pulang dari Bandung, beliau menemui temannya yang tak lain merupakan penjual perhiasan di Malang. Betapa terkejutnya beliau ketika perhiasan yang dimaksud adalah yang ia inginkan saat dilihatnya di pameran perhiasan. Untuk membuktikannya, ia kemudian mencocokkan type atau nomor seri perhiasan tersebut dan hasilnya SAMA.

BERKACA dari kejadian itulah, aku meyakini apa yang beliau ceritakan (yang sekaligus ia katakan) bahwa, “Apabila kita memiliki keinginan atau kemauan yang kuat terhadap sesuatu, maka kita harus focus terhadap apa yang kita ingini,”. Sejak saat itulah, aku termotivasi untuk semakin percayadan focus dengan mimpi-mimpi yang aku tulis dan aku tempel di kamar.

AND the conclution is….

“Like a magnet in the opposite flow, focus will attract what you desire. and happiness is the result.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar