7 April 2012

Tiga Hal yang Harus Dimiliki Sang Pemimpi

Reader, akhir-akhir ini sering banget aku baca artikel mengenai mimpi-mimpi besar yang ingin kita capai. Termasuk aku yang juga mulai sangat tertarik dengan artikel yang semacam ini. Jujur, aku sangat kagum dengan orang-orang yang member motivasi untuk kita agar tidak lelah untuk meraih apa yang kita ingini. Termasuk mimpi kita.

Reader, bila kita mempunyai mimpi maka kita harus memiliki tiga sifat wajib yang harus dimiliki oleh sang pemimpi. Apa saja? Ayo kita baca bareng-bareng

1. Dream Maker
Sebagai seorang pembuat mimpi, kita harus sebisa mungkin “mendesain” mimpi kita sesuai dengan apa yang kita ingini. Jangan sampai kita membuat mimpi asal-asalan lho. Sebab, bila asal-asalan maka hasil yang kita dapat juga aka nasal-asalan.

Menjadi pembuat mimpi merupakan beban tersendiri. Sebagai pembuat mimpi kita harus memiliki tanggung jawab yang kuat. Ibarat kita, BERANI BERBUAT BERANI BERTANGGUNG JAWAB, mimpi juga seperti itu, BERANI BERMIMPI BERANI PULA (BERUSAHA) MEWUJUDKANNYA.

2. Dream Catcher
Apabila kita telah memiliki mimpi yang begitu besar, sudah sebaiknya kita menjajakan kaki menuju langkah yang lebih tinggi lagi. Tak usah takut pada rintangan yang ada di hadapan, anggap saja semua hanyalah angin lalu yang akan segera berlalu. Mengajdi seorang pemimpi ibarat seperti seorang penangkap kupu-kupu, semakin susah mimpi itu ditangkap semakin keras pula usaha yang harus kita lakukan. Ingat, there’s nothing like instant noodles in the world! Semua butuh waktu dan proses, jangan pernah menyarah untuk menangkap mimpi-mimpi yang ada di angan kita dan menggantungkannya di alam nyata.

3. Dream Believer
Mimpi yang telah kita buat dan kita usahakan untuk terwujud sepertinya akan sia-sia apabila kita menjadi orang yang tak percaya dengan mimpi. Sebuah kepercayaan dalam diri merupakan kunci utama dari sebuah keberhasilan dalam terwujudnya sebuah mimpi. Mungkin, apabila kita menjadi orang yang psimis maka tidak mungkin rasanya kita akan menyentuh mimpi dalam keadaan nyata. Itulah sebabnya, sebagai seorang pemimpi kita harus menjadi “Dream Believer” agar apa yang kita mau sejalan apa yang kita ingini dan kita usahakan. Layaknya sebuah obat penyembuh penyakit, seorang yang sakit tidak akan segera (bahkan tidak) sembuh apabila di dalam dirinya tidak ada keyakinan bahwa ia akan sembuh. Trust is the key to unlocking the padlock a dream box.

So, sebagai seorang pemimpi kita harus mau untuk menangkap mimpi kita dan mengumpulkannya di genggaman tangan yang nyata, mempercayai sebuah mimpi dan menjadi pembuat mimpi yang mengabaikan keputusasaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar