7 April 2012

Mengapa Aku Bermimpi?

Beberapa minggu yang lalu, kampusku mengadakan sebuah acara pembukaan Mentoring Agama. Acaranya sih biasa-biasa saja, seputar agama dan motivasi untuk para peserta. Awalnya, acara berlangsung biasa-biasa saja. Namun, beberapa saat kemudian ketika tiba waktunya pembicara memutarkan sebuah video, membuat saya “bangun” untuk menyaksikan video tersebut.

Video itu benar-benar menginspirasi. Berkisah tentang perjalanan seorang mahasiswa yang awalnya juga mengikuti kegiatan agama. Saat kegiatan itulah dirinya “terbakar” untuk mencoba meraih apa yang ia inginkan. Mimpi. Serangkaian mimpi yang ingin ia wujudkan. Ia menulisnya di atas kertas kemudian menempelkannya di kamarnya. Tanpa ia sadari, dari puluhan mimpi yang ia tulis, satu-persatu ia mencoretnya dengan tanda “sudah tercapai”. Awalnya, ia juga tak menyangka akan bisa mewujudkan goresan di atas kertas tersebut.


Sebenarnya, sudah beberapa kali aku sempat mendapati materi ini. Mulai dari pembukaan mentoring session pertama, novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta bahkan cerita dari orang-orang besar. Aku hanya membenarkan kata mereka tanpa membuktikan apa yang mereka lakukan. Hingga akhirnya, ketika akku pulang dari mentoring tersebut, aku pun mulai merancang mimpi-mimpiku.

Mimpi yang ingin aku wujudkan. Bukan hanya mimpi di dalam angan, di atas kertas maupun di dalam otakku. Mimpi itu akan aku rasakan melalui sebuah nyata. Sebuah nyata yang bis aku sentuh dan kurasakan.sekeras apapun tantangannya, aku akan berusaha untuk menggapai dan membuatnya nyata.

Mungkin kalian (siapa aja yang membaca) bosan dan aneh dengan tulisan ini. Tapi, percaya atau tidak, aku akan mencoba dan terus berusaha mewujudkan apa yang aku ingini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar