3 Januari 2013

Resensi Novel : Before Us, Cinta Di Belakangmu




Kisah Masa Lalu Yang Belum Berakhir

Alur 
Agil dan Ranti akan segera melangsungkan pertunangannya setelah hampir sepuluh tahun mereka berpacaran. Agil tidak menyangka bahwa Ranti - yang baginya merupakan bukan tipe perempuan yang diinginkannya, nyatanya mampu membuatnya yakin untuk melangkah pada hubungan yang lebih terikat. Namun semuanya berubah ketika cinta dari masa lalu datang menemui Agil kembali.

Namanya Radith, entah apa yang membuat Agil bisa menjalin hubungan dengan sahabat SMAnya itu. Sudah lama mereka tidak bertemu dan mereka kembali dipertemukan ketika Radith telah berusaha untuk melupakannya. Tapi nyatanya, Radith masih bisa mengambil sedikit celah yang ada di hati Agil meskipun ia tahu bahwa Agil akan segera menikah dengan Ranti. Agil tahu itu salah dan sekeras mungkin ia mencoba untuk meninggalkan Radith namun, mungkin ada sedikit rasa dari masa lalu yang membuat Agil bertahan dengan Radith. Apalagi liburan bersama Radith ke Lombok membuat Agil semakin jauh kembali sedkit demi sedikit membuka perasaannya pada Radith yang selama ini berusaha dibuangnya.

Agil, ia tetap melangkah. Menikahi Ranti dan memiliki perasaan terhadap Agil. Agil tahu itu sangat menyakitkan Radith. Demi melupakan hubungan mereka, Radith meninggalkan Agil dan mencoba melupakannya dengan berusaha untuk menikah dengan Winnie.  Lama, keduanya hidup dengan kehidupan yang baru. Radith dengan Winnie, Agil dengan Ranti serta Melani - anak pertamanya.

Tak dinyana, Radith berusha kembali menemui Agil yang masih dicintainya. Bahkan, demi menjalin hubungan dengan Agil, Radith menceraikan Winnie dan dengan harapan yang banyak ia bisa kembali berhubungan dengan Agil, seperti sebelum keduanya masih bersama. Tapi, keinginan Radith disambut dengan tangan hampa, Agil telah berusaha untuk tidak bersama Radith karena ia tahu ia telah memiliki keluarga.
Radith yang begitu mencintai Agil, membuat kehidupan rumah tangga Agil berantakan setelah Winnie, istri Radith yang berusaha untuk bersama dengan Radith, mengabarkan kepada Ranti bahwa Radith dan Agil memiliki affair di belakang mereka. Dan, Ranti yang curiga karena Agil sering meninggalkannya di appartemen sekarang sudah tahu bahwa selama ini ia mencuri waktu bukan untuk pekerjaan tapi, untuk Radith, cinta dari masa lalu Agil.

Ranti, ia meninggalkan Agil. Pulang ke rumah orangtuanya bersama Melani. Agil, ia hancur. Tidak tahu harus berbuat apalagi. Berhari-hari Ranti tidak mau menemuinya begitu pula dengan Radith. Namun, akhirnya Agil bisa memiliki kesempatan untuk berbicara pada Radith bahwa ia lebih memilih Ranti daripada Radith. Ranti, akhirnya juga memilih untuk kembali bersama dengan Agil memulai kehidupan rumah tangga yang sempat goyah. Agil, bagaimanapun ia mencoba untuk menjaga rumah tangganya. Seindah apapun affair yang terjalin, tidak ada yang lebih indah selain rumah tangga yang utuh.

Quote
"Tak seorang pun bisa kembali secara utuh setelah kita membuat lubang yang dalam di hatinya."

"Kadang kita harus memilih bukan karena kita menginginkan pilihan tersebut,
tapi hanya karena pilihan tersebut, segalanya akan lebih baik." 

"Waktu tak pernah melenyapkan perasaan. Ia hanya menyekapnya di dalam ruang. Menunggu saat yang tepat untuk kembali."

"Bukankah cinta tak pernah berdiri sendiri? Selalu ada dua orang yang tinggal di dalamnya. Sama-sama mencintai, mencintai dan membenci, atau saling membenci. Semuanya adalah bentuk perasaan yang mewakili cinta dua orang."
 
Kelebihan
Di novel ini Kak Robin Wijaya menceritakan tentang kisah yang tak biasa. Tentang sepasang hubungan homosex antara Radith dan Agil, yang saling memiliki sejak di bangku SMA sangat berbeda dengan kebanyakan cerita novel lainnya. Sehingga, cerita tak biasa ini mampu untuk meng-attract pembaca untuk segera menyelesaikan cerita dari halaman ke halaman berikutnya. Alurnya yang kuat itu membuat pembaca - termasuk saya, ingin segera mengetahui final decision dari novel ini. Apalagi dengan adanya quote yang terselip di tiap bab membuat novel ini semakin enak untuk dibaca.

Kekurangan
Bagi saya, terdapat adegan yang menurut saya sudah ada di beberapa cerita novel yang pernah saya baca, terutama karya Winna Efendi dan Sefryana Khairil jadi tidak heran bila ada beberapa pilihan kata dan adegan yang hampir sama namun dibumbui dengan teknik yang berbeda, dengan cara kak Robin Wijaya sendiir tentunya. Tapi, itu semua tidak menjadikan novel ini jelek untuk dibaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar