26 Agustus 2013

5cm is inspiring movie


Sinopsis

           Adalah Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis, sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas, cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho diantara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola, paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce) yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.

          Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini. Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.


          Film ini sungguh sangat menginspirasi remaja Indonesia untuk tidak menyerah dalam meraih mimpi, seaneh apapun mimpi yang kita punya kita harus mewujudkannya. Film ini juga menginspirasi saya yang mengenai persahabatan saya dengan teman-teman. Pingin rasanya jalan bareng dan melakukan hal yang berbeda dari sebelum-sebelumnya, something different that can make us have a great story for our "next generation". Memang sangat membosankan rasanya jika yang dilakukan hanya sekedar nongkrong bareng, jalan bareng, makan bareng dan semacamnya yang tidak membedakan dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya.

          Bagi saya, film ini sukses membuat saya untuk berani bermimpi. To make my wishes list comes true!!! Ya, pesan di film ini sangat kental sekali tentang persahabatn, mimpi dan cinta, baik cinta tanah air maupun cinta sesama insan.

          Ada hal menarik yang saya petik dari film ini. Sejak awal, saya menyukai sosok Zafran dan Genta. Mereka mirip seperti saya. Stop! Don't think that I have a similar face with them! Mirip, karena saya menyukai dunia tulis menulis seperti Zafran. Jujur, dalam film ini saya sangat ingin untuk buru-buru menulis. Because what? Karena selama ini saya masih terombang-ambing dalam ketidakjelasan. Seperti, memiliki banyak rencana untuk menulis ini dan itu, but what? It just a plan, no more. Saya tidak memiliki usaha yang keras untuk membuat semuanya menjadi nyata.

          Selain itu, Genta. Dia juga sama seperti saya, suka bermimpi. Tapi, bedanya denagn mimpinya ia berusaha untuk membuatnya nyata, tidak dengan aku. Tapi, itu bukan masalah yang besar. Dari sosoknya saya belajar, bahwa untuk meraih sebuah mimpi tidak hanya sekedar menuliskannya di daftar wish list tapi, kita harus berusaha untuk mewujudkannya. Yang terpenting, seberapa banyak mimpi kita, it is not important, yang penting punya sedikit mimpi tapi, have a lot of effort. Bukan sebaliknya.

         And the last, saya cuma bisa berharap ke depannya ada film Indonesia yang lebih berkualitas lagi, tidak hanya menjual mimpi tapi, dapat menggugah penonton, dimana saat mereka pulang mereka tahu apa yang harus mereka lakukan setelah menonton film tersebut. Smile.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar