6 Juli 2013

Cinta Tak Pernah Lelah Menanti






Belia yang mempertemukan aku denganmu, Ai

Di bawah rimbunan salju, ingatkah kau saat itu Ai?

Kita saling menggenggam tangan satu sama lain

Ai, apakah kamu tahu?

Di saat kita tumbuh bersama,

Di saat itu pula aku diam-diam menyimpan rasa untukmu

Diam-diam aku memiliki cemburu di relungku

Rasanya, kau tak perlu tahu jika semua sudah terlambat

Bagiku, kehadirannya yang membuatmu bahagia

Adalah hal tersakit dan terindah yang pernah aku rasakan

Ai, bila kau tidak ada sejengkal dari sisiku

Aku mengingatmu setiap memori yang pernah kita rakit bersama

Wangi pantai yang semerbak

Jejak-jejak kakimu di tepian pantai yang membekas mungil

Kadang kala, ditepian pantai ketika metahari terbenam

Aku selalu berharap kamu menjadi matahari,

Yang selalu kutunggu di saat malam perlahan turun

Yang selalu ingin kutemui begitu harum wangi pagi hari datang

Ai, apakah aku boleh mengajukan pertanyaan untukmu?

Adakah aku di hatimu yang telah kau kenal milyaran hari yang lalu?

Kapankah kau akan tahu apa yang ku kusimpan di hati ini?

Aku tahu, mungkin akan akan sangat melelahkan mananti dirimu memyambutku

Tapi, mungkin sekarang waktunya untuk aku tahu

Bahwa cinta tak pernah lelah menanti....




(terinspirasi dari Novel Ai oleh Winna Efendi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar