17 Juli 2013

Rasa Tak Terucap




Sudah lama aku belajar untuk menghapus kamu dari pikiranku
Nyatanya, dadaku semakin sesak untuk lebih jauh mengingatmu
Mungkin aku belum cukup mahir untuk benar-benar pergi dari masa lalu
Sehingga membuat aku semakin terjebak pada keadaan dan kenyaaan tak seringan yang kubayangkan
Kamu telah jauh berada di dalam lubuk jiwa ini
Kamu merepotkanku untuk menemukan kunci kenanganmu agar bisa sepenuhnya keluar dari hidupku
Mungkin kamu memang sengaja menyimpan kunci itu
Agar aku tetap terkungkung dalam memori tentangmu

Kusesali, mengapa tak sedari dulu aku mencoba untuk memilikimu
Aku hanya bisa sekedar mengumpulkan dan merangkai rasa yang aku punya
Tanpa mau tahu perasaan sebenarnya yang kamu punya kepdaku
Mungkin saja kamu tak pernah memberikan kadar rasa yang seperti yang kupunya
Atau malah, tak pernah terlintas sedikitpun dibenakmu untuk bersedia berada di sini bersamaku

Terkadang, aku merasakan sesak yang begitu sakit
Bila kamu bahagia dengan hati yang telah kamu pilih
Ah, bukankah seharusnya aku turut bahagia melihatmu bahagia?
Namun, bagiku itu terlalu naif untukku
Rasa untuk bisa memilikimu itu masih saja ada
Bahkan setelah sekian lama waktu memperpanjang jarak pertemuanku denganmu
Aku tidak tahu, apakah mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mengungkap semuanya
Tapi aku yakin, perasaan ini hanya samacam rasa tak terucap
Yang mungkin akan kubawa, meski aku bersama hati selain kamu....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar