26 Agustus 2013

How to resist writer's block?




Huo, we know that writer's block is a big problem for writer!!!
Yups, kebuntuan dalam menulis memang lumrah dialami oleh seorang penulis. Jangankan penulis pemula, penulis terkenal pun pasti pernah mengalami "penyakit" yang hanya di alami oleh penulis ini. Sebetulnya ketahuilah bahwa writer's block pada beberapa penulis itu berbeda-beda tidak ada yang sama persis. Misal, penulis A akan mengalami writer's block jika menulis di siang hari dan justru ide sangat deras mengalir saat malam hari ketika sunyi. Ada juga, penulis yang justru terganggu jika menulis dengan diiringi sebuah musik dan penulis lain malah akan bisa menulis jika mendengarkan musik.

Well, it's back to what your big problem?
Untuk mengetahui apa dan bagaimana writer's block itu terjadi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan atau dilakukan, inilah beberapa tips yang mungkin bisa saya share.

Pertama, ketahui apa yang membuat kamu enggan untuk menulis. Bisa saja malas, nggak mood, atau suasana yang tidak mendukung seperti terlalu crowded, bising atau hal-hal lain yang menganggu. So, what should you do? Kamu harus menyingkirkan hal yang menjadi penyebab itu semua. Misal, menunggu mood balik dengan melakukan kegiatan lain selain menulis, mungkin olahraga, ketemu teman, lihat pemandangan langit or something that can make your mood back. Atau, bisa mengatur jadwal menulis di waktu-waktu kondusif saat hal yang mengganggu itu datang.

Kedua, terus menulis. Jangan manjakan diri buat istirahat kalau kamu sudah selesai melakukan langkah yang pertama. Terus aja nulis apa yang kamu bisa, tulis a, b, c, d, hapus tulis ulang, hapus lagi. It's okay! Tapi, ini nggak akan berhasil dengan maksimal. Kalau saya, jika hal kedua ini terjadi, saya menulis hal yang lain selain menulis tulisan yang kita tulis. Misalnya, ketika saya menulis novel, saya akan menulis kata-kata semacam quote, puisi dan semacamnya untuk membangkitkan feel of the taste of our writing. Begitu.

Ketiga, jika masih saja mandeg coba deh telaah lagi, apa sih sebenarnya yang mau kamu tulis? Ceritanya mau digimanain sih? Endingnya nanti seperti apa? Terus, materi yang kurang buat novel ini? Oh mungkin ini, itu, referensi setting minim, oh ternyata kalau menjadi seorang ... harus begini, oh sekarang saya tahu.
Maksud saya, cobalah kamu bikin daftar pertanyaan seperti yang saya tulis di atas, writer's block gak melulu alasan mood dan lain semacamnya. Bisa jadi, kamu kekurangan materi mengenai tulisan yang kamu tulis misal, tentang setting, karakter tokoh dan lain sebagainya. Kalau cara saya, biasanya saya akan menuliskan sebuah review untuk tulisan yang saya buat, review seperti kamu mereview buku bacaan yang kamu baca. Mulai dari perkenalan, masalah mulai muncul karena apa, solusi dan lain sebagainya hingga ending yang akan dipakai seperti apa. Itu cukup membantu saya untuk mengarahkan mau dibawa kemana sih cerita ini sebenarnya?

Keempat, baca, baca, baca pokoknya baca. Baca memang adalah hal wajib yang harus kamu lakukan. Mau nggak mau seorang penulis harus mau membaca. Dari mana seorang penulis bisa bercerita kalau tidak mau membaca? Membaca sangat memiliki banyak kegunaan misalnya, ketika kamu tidak tahu tulisan kamu akan dilanjutkan seperti apa, kamu bisa membaca buku yang kamu jadikan referensi. Nah, dengan membaca nantinya akan membuka ide-ide di otak untuk keluar. Selain membaca kita bisa menonton film atau mencari referensi lain untuk menambah pengetahuan kita. Seperti itu.

Kelima, what's your genre? Jenis tulisan yang kamu tulisan sangat penting buat kamu. Jika kamu suka membaca teenlit dan ingin menulis sebuah novel dewasa. It's need more knowledge. Pelajari deh novel-novel dewasa yang ada di pasaran, tata bahasa, permasalahan yang membelit mereka dan bagaimana cara mereka menyelesaikan semuanya. Saya, hampir empat tahun lamanya tidak menulis semenjak menulis novel teenlit saya yang berjudul Delovacious. Saya beralih pada genre metropop, begitu pula bacaan saya. Sehingga, tulisan saya banyak terpengaruh oleh apa yang saya baca. Tata bahasa, tokoh, konflik dan lain sebagainya. Itulah gunanya membaca, beda genre bede pula masalah yang harus dikupas.

Itulah lima solusi mengenai cara melawan writer's block! Semoga membantu kamu untuk menyelesaikan tulisan yang sedang kamu buat. Sekarang, lihat layar laptop kamu dan tulis apa yang seharusnya kamu tulis. Keep writing!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar