28 Juli 2013

Aku Mencintaimu



Di matamu aku melihat...
Di bibirmu aku merasa...
Di nafasmu aku cinta....
Dan pada pelukmu aku merindu...


Ku tak tau apa yang kulakukan
Saat kau s'lalu hadir dalam tidurku
Ku coba tuk katakan...
Perasaanku padamu
Namun mulutku terkunci tuk bicara padamu.

Kini aku mengerti...
Tak selamanya harta itu abadi
Dan kini aku juga yakin...
Tak selamanya benci itu ada.

Ku ingin suatu saat nanti
Kau tahu rasa dan perasaanku
Aku juga ingin kau tahu bahwa...
Aku cinta padamu...
Selamanya....

Ditulis oleh pelajar kelas 2 SMP sekitar tahun 2007-2008.

Puisi ini merupakan puisi saya yang disimpan hingga sekarang. Puisi ini tak lain merupakan puisi hasil tugas dari guru Bahasa Indonesia di bangku kelas IIX atau II SMP. Setelah sekian lama, agak weird juga membaca puisi ini. Bayangkan saja, anak seumuran saya (waktu itu) sudah mengerti beginian. Saya, terkekeh sendiri membacanya, merasa seperti seorang Ayah yang sedang membaca karya anaknya. Begitulah, manusia terlahir sebagaimana umur mereka. Siswa SMP yang masih labil, baru gede dan belum memiliki pengalaman apa-apa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar