9 Agustus 2013

Aku (Ingin) Seperti Malaikat

Dear God...

Dalam bayang-bayang kelam yang sering datang tiba-tiba aku terkadang tak tahu panggilan mana yang harus kuturuti. Aku selalu berpikir, di dalam jiwa ini sadar akan balasan yang akan Engkau berikan pada umatMU yang nakal. Tapi, setiap kali aku melanggar titahMU, selalu saja aku merasa bisa untuk tak mengulanginya lagi. Sulit. Memang sangat sulit bagiku untuk mengindar. Begitu sempurna diriMU menciptakan hitam dan putih yang selalu ada berdampingan. Terkadang aku berharap, suatu saat aku bisa berhenti untuk tidak nakal lagi, untuk tidak menjerumuskan diri pada telaga yang memiliki dasar keruh dan gelap yang tak bisa kulihat secara jernih. Namun, semakin aku jauh menceburkan diri pada telaga itu semakin aku menuruti yang Kau larang. Ya Allah, Engkau begitu baik. Sangat baik. Tak pernah terbesit dalam benakku, bila kedustaan dan kehinaan yang kulakukan selama ini Engkau balas dengan kasih sayang yang hanya membuatku terdiam. Terdiam karena tak habis pikir, mengapa sebaik ini Engkau pada umatMU yang kotor.

Sering aku mendekat padaMU. Sering pula aku berjalan mulus di jalan lurusMU. Tapi, sering pula aku melanggar perintah-perintah yang Kau beri. Sering pula aku melupakan balasanMU dengan leluasa melakukan dosa yang sulit untuk di tinggalkan. Aku ingat betul saat Kau benar-benar memelukku dalam rahmatMU. Saat itu aku benar-benar tah.

this is posted here on Juni, 23rd -  2011 at 03:27 pm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar