23 September 2013

Dan, Allah ialah Dzat Yang Maha Adil (Reflection)

Sobat, hari ini saya akan bercerita tentang Sang Maha Agung yang tak pernah bisa kita tolak keMaha PerkasaanNya.
Pernahkah kalian berpikir bahwa apa yang ada di dunia ini sudah disediakan semudah-mudahnya?
Terlebih jika kita berasal dari keluarga menengah ke atas, saya dan kalian adalah bagian dari sekumpulan beberapa orang yang beruntung di dunia.
If want to buy something, you can buy easily or you have to save the money.
If you want to connect with the others, just On your gadget, you will connected to the others.
Dan kenikmatan-kenikmatan lain yang bisa kita dapatkan dengan mudah, sangat mudah.

Sekarang, kita sebagai manusia yang boleh dibilang serba mudah, dalam konteks apapun rasanya sangat kurang jika kita melupakan sesuatu yang sejatinya ada bersama kita semenjak kita belum menjadi apa-apa. Dia adalah Tuhan kita Yang Esa, Allah SWT.

Sobat, hari ini saya kembali merenung....
Rasanya hina sekali jika apa yang telah saya lakukan selama ini hanya membuat terhalangnya kebaikan Allah terhadap hidup kita.
I've just try the easy ways to close to God. Beberapa hari yang lalu saya gencar melakukan ritual Riyadhah 40 Hari. Suatu cara yang menjadi pembantu saya untuk bisa mendekatkan diri pada Allah. Namun nyatanya, saat ini saya begitu kesal dan kecewa. Ritual saya gagal.

Mendekatkan diri pada Allah is easier than to resist the enemies. Who is the enemy? Enemy yang saya maksud adalah syaitan, godaan, maksiat dan segala keburukan lainnya. Ya, saya melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan selama ritual Riyadhah saya. Dan, sekarang saya sangat menyesalinya. Amat sangat.

Ketika Riyadhah saya berjalan dalam satu minggu, I get the goodness from the God. Segala yang baik-baik datang pada saya. Dalam bentuk apapun itu. Kemudahan dalam kuliah, rezeki, bahkan some friend told me that my face cleaner and shiny. Itulah cahaya yang mungkin saya dapat selama satu minggu. Bahkan, dalam hati saya, saya juga merasakan ketenangan yang begitu dalam. Subhanallah. Rasanya, ingin sekali saya bisa bertahan seperti ini hingga ribuan hari selanjutnya.

But, I'm just the ordinary person. Keimanan masih labil, keyakinan masih naik turun begitu pula dengan sesuatu yang seharusnya kita jaga, hal kebaikan dan keburukan yang telah Allah jelaskan. Mengingat kesalahan ini, ingin rasanya saya mengulang kembali waktu itu. Saya merusak Nur yang telah Allah beri dengan satu kesalahan kecil dan fatal. Dan, tahukah apa yang saya rasakan setelahnya? I really wont you to try it! Hidup menjadi galau. Agak melankolis memang, tapi faktanya begini, setelahnya sholat saya menjadi tidak teratur - the worst thing that I've did, kuliah saya berantakan dalam artian saya mengalami ketidakmengertian dalam mata kuliah dan selanjutnya adalah dilepasnya kenikmatan atas apa yang Allah beri sebelumnya.

Sobat, begini inti dari apa yang saya tulis adalah...
Jika kita melakukan sedikit kebaikan saja sudah akan mendapat balasan kebaikan yang jauh lebih banyak dari Allah.
Begitu pula sebaliknya. Itulah hukum alam yang berlaku.
Seperti apa yang saya alami setahun terakhir....
Dua tahun yang lalu saat IP saya anjlok, saya benar-benar kecewa dan kesal dengan diri sendiri. Tapi, semester selanjutnya, Allah memberi kesempatan yang sangat banyak. IP saya yang 3,17 menjadi 3,80. It's really awesome and I dont think that I'll got this GPA.
What's the secret?
Saya rajin shalat, jamaah di masjid - hanya terkadang saja. Cuma dua cara itu saja saya dapat nilai seperti itu, apalagi jika banyak amalan kebaikan lainnya? Mind it!
Namun, setahun terakhir, I really dissapointed with myself. IP saya bener-bener jelek. Dan tahu apa yang terjadi dalam jangka waktu setahun terakhir kemarin? Saya banyak melakukan keburukan, shalatpun jarang berjamaah dan di awal waktu. Itulah sebabnya saya membenci keburukan.

But now, I will change these....
Ada banyak harapan yang kugantungkan di masa dua tahun terakhir saya menempuh kuliah ini.
Aku hanya ingin kebaikan-kebaikan Allah yang pernah diberikan, getting back to me anymore.
Wish saya kali ini nggak muluk-muluk, cukup mendapat IP yang tinggi meski saingan di kelas sangat ketat dan bisa lulus dengan nilai cumlaude serta mendapat beasiswa.

Bismillah....
Ya Allah berkahi jalanku, mudahkan kebaikanMU mendekat padaku.
Aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar