2 Januari 2014

Mari Berani (Mewujudkan) Mimpi


Bermimpi adalah salah satu bagian dari hidup kita. Saya yakin hampir semua dari kita memiliki mimpi. Entah itu mimpi yang sangat tinggi, biasa saja bahkan sangat sepele. Semua orang sah-sah saja memiliki mimpi apapun.

Saya di awal tahun 2014 ini sudah bertekad untuk berusaha mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah ada di daftar wishes list yang saya buat. Saya akan sangat merasa senang sekali jika tulisan-tulisan saya tentang bagaimana saya meraih mimpi menjadi salah satu referensi untuk membantu teman-teman yang memiliki tekad yang sama dengan saya, mewujudkan mimpi-mimpi atau impian yang ingin kita gapai.

Besar sekali harapan saya, banyak dari teman-teman untuk mau bergabung dan menceritakan pengalaman teman-teman dalam mewujudkan impian atau mimpi. Saya ingin sekali mendengar cerita dari teman-teman bagaimana pengalaman meraih impian teman-teman, senangnya ketika impian itu menjadi kenyataan bahkan betapa sedihnya kita saat impian itu tidak kunjungi menjadi kenyataan atau lebih parahnya lagi, gagal. 

            Teman, kalian tidak sendiri ada saya dan juga mungkin jutaan orang di luar sana yang mengalami hal yang serupa. Ada tujuan yang ingin saya sampaikan dengan mengadakan komunitas atau group ini, yaitu agar kita terbiasa untuk bercerita, berani bermimpi dan berani mewujudkan apa yang kita mimpikan. Selain itu bukankah hidup akan sangat menjadi lebih bermakna apabila kita kelak memiliki segudang cerita mengenai mimpi kita. Masalah terwujud atau tidaknya mimpi kita itu belakangan, yang penting effort kita sudah ada.

Ayo bergabung dengan saya dan teman-teman yang lain, saling membagikan pengalaman. Jika saat ini masih bingung mau nagpain, mulailah dengan menulis apa yang ingin kita capai di selemba kertas. Terserah teman-teman, nantinya kertas itu akan ditempel di dinding kamar, dicatatan kecil sehingga bisa dibawa ke mana-mana bahkan bisa dengan membeli buku tersendiri untuk catatan mimpi kita – seperti yang saya lakukan.

Jika teman-teman ingin bergabung, bisa langsung saja join di group Berani Bermimpi Berani Mewujdukan di Facebook bersama saya dan teman-teman yang lain. Semoga bisa menginspirasi.

Terima kasih sudah memberikan waktunya untuk membaca postingan ini. Ada baiknya jika kita membagikan ke teman-teman yang lain. Mengundang mereka untuk berani bermimpi. Jika teman-teman ingin menghubungi saya lebih lanjut bisa mengisi kolom komentar atau kunjungi akun media social saya. 

                                                                                                             Salam hangat,


                                                                                                                               AD

1 Januari 2014

Mimpi ke-1 : Mendapatkan IP di atas 3,50 (Terwujud)

Sebenarnya sudah lama hal ini terjadi. Tapi, saya baru bisa membaginya di blog pribadi saya sekarang. Ini adalah mimpi pertama saya, mendapatkan IP di atas 3,50. Saya benar-benar tidak menyangka bahwa kalau kita percaya pada kekuatan mimpi atau keinginan, hal itu pasti akan terjadi. Pasti. Selama ada usaha yang keluar dari dalam diri kita untuk mewujudkannya.
Bermimpi mendapat IP di atas 3,50 adalah bukan suatu keiginan biasa bagi saya. Hal ini terjadi karena saya cukup frustasi setelah mendapat nilai yang jelek di semester awal saya kuliah. Meskipun nilai itu bukanlah nilai yang buruk – yang aku dapatkan. Sebab, saat itu saya bermimpi dan merasa bahwa mendapatkan nilai di atas 3,00 adalah lebih dari cukup, saya tidak muluk-muluk waktu itu karena sadar bahwa saya anak IPA yang kalau berurusan sama Akuntansi mesti banyak belajar dulu.
Mendapatkan IP di atas 3,50 bukanlah hal yang mudah bagi saya. Mungkin karena factor kebersamaan juga yang mempengaruhi. Begini, di semester ke dua saya seperti semacam berusaha untuk bangkit di tenga keterpurukan. Saya belajar lebih giat lagi, lebih banyak nanya sama teman-teman yang lebih ahli, lebih rajin bahkan terlalu rajin. Sampai-sampai saat itu, tugas saya hampir selalu selesai minimal seminggu sebelum deadline.
Bagi saya, IP 3,82 yang saya dapatkan bukanlah hal yang kecil. Ini sangat berarti besar bagi hidup saya. Saya bukan orang yang pintar, yang cerdas bahkan yang jago. Bukan. Saya hanya berusaha untuk mencari titik ternyaman untuk mendapatkan hal itu semua dengan cara yang saya bisa.
Dan, sekarang saya percaya bahwa orang yang berani bermimpi harus berani berusaha. Itu yang harus saya pegang hingga saat ini.

Mimpi ke-166 - Mendapat Beasiswa XL Leader Future

Awalnya saya bukanlah seorang schoolarship hunter tapi, berdasarkan info salah satu teman saya,saya mendadak tertarik dengan beasiswa yang diadakan oleh salah satu provider ini. Saya sudah mengetahui info beasiswa ini sekitar sebulan yang lalu, tapi sayangnya pendaftaran sudah ditutup. Agak kecewa juga sih gara-gara ketinggalan info.

Berdasarkan pengalaman itulah, akhir-akhir ini saya memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut info beasiswa ini. Mulai dari kapan biasanya pendaftaran ini dibuka dan persyaratan apa saja, sampai mencari info kepada salah satu penerima beasiswa ini.

Dan, berdasarkan rasa ingin tahu itu pula saya semakin tertarik untuk bisa dapat beasiswa ini. Mudah-mudahan aja saya bisa mendapatkan ksempatan ini. Apalagi - bersadarkan hasil kepo juga - beasiswa ini menawarkan banyak fasilitas baik secara hardskill maupun softskill. Hmm maka dari itu, saya mulai dari sekarang berusaha untuk memperbaiki nilai semester saya dan menjadi peribadi yang lebih baik dengan mendekatkan diri pada Allah. Insyaallah, pertolongan itu ada untuk saya. Aamiin.

Oya, satu lagi, gegara ini pula saya memasang note reminder di ponsel, supaya ada yang ingetin buat cari info XLFL ini. Boleh dicoba buat yang lagi hunting beasiswa, setelah menelaah kapan biasanya beasiswa itu dibuka, bikin tuh reminder satu sampai dua bulan sebelumnya biar nggak ketinggalan info.

Mendapatkan Beasiswa PPA

Alhamdulillah setelah setahun menunggu akhirnya kesempaan itu datang kepadaku. Di semester III, aku mencoba untuk mendaftarkan diri mengajukan beasiswa PPA. Saya merasa cukup optimis ketika mendaftar salah satu jenis beasiswa yang ditawarkan di kampus ini. Awalnya memang agak sedikit psimis karena mengingat beasiswa PPA adalah beasisiwa yang ditujukan kepada sebagian mahasiswa yang memiliki nilai akdemik yang sangat bagus dan “qualified”.
Setahun setelah kegagalan itu, aku menoba untuk bangkit. Yah, dengan IP 3,17 di semester pertama dan mendaftar beasiswa PPA,kayaknya ibarat ikutan audisi, baru sampe di pintu audisi udah ditolak. Tapi, aku tidak terus-terusan merutuk diri dengan kegagalan tersebut.
Di semester kedua, aku mencoba meningkatkan nilai akademiku. Dimulai dari duduk di bangku paling depan, sering aktif memberikan pendapat sanggahan atau apalah ketika diskusi di kelas dan mencoba mengerjakan tugas jauh-jauh hari dari deadline. Hasilnya? Jauh di luar dugaan, nilai semester yang kudapat naik drastis banget dari semester pertama. Berita baiknya, nilai saya tertinggi di kelas. Bisa dibayangkan bagaimana kagetnya seorang mahasiswa yang biasa aja dan tidak diperhitungkan bisa membuktikan bahwa ia bisa menjadi yang terbaik. Alhamdulillah, hal ini yang menjadi salah satu faktor acceptednya nilaiku buat dapetin beasiswa PPA.
Selain itu, selama setahun setelah kegagalan itu pula. Aku mulai menyiapkan diri untuk agar peluangku untuk mendapat beasiswa PPA semakin besar. Seperti mengikuti seminar dan berbaga jenis lomba. Salah satu lomba yang aku ikutin adalah pemilihan duta wisata di daerah tempatku tinggal. Hasilnya? Aku hanya menjadi finalis, tidak sampai masuk sepuluh besar. Selain karena kesiapan yang kurang matang tapi, aku melakukan kesalahan terbesar seperti menggunakan Bahasa Indonesia dan no make up ketika acara “fashion show”. Bagiku, nggak masalah sih namanya juga belajar, mumpung masih muda cari pengalaman sebanyak mungkin biar pas tua punya banyak cerita.
Well, setelah mendapat pengumuman kalau aku lolos seleksi beasiswa bukannya semua sudah berakhir. Tapi, itu semua adalah awal dari proses mendapatkan beasiswa tersebut. Dimulai dari kelimpungan nyari anggota untuk bikin KTI, nyusun KTI seorang diri padahal udah ada partner bahkan sampe kudu bikin KTI lagi karena salah mendapatkan partner. Tapi, semua bisa dilalui dengan mudah. Alhamdulillah, Allah membukakan jalan.

Suatu Pagi Yang Damai


Tuhan, Aku akan memberi jika kau meminta.
Aku akan member sekalipun kau tidak meminta,
Bahkan Aku akan memberimu lebih jika kamu bersyukur.
Itu katamu, sebuah kata yang kusebut Firman
Hal yang selalu benar dan tidak pernah ada keraguan di dalamnya.
Tuhan, aku sudah semakin lelah hingga detik ini
Asaku merenta seperti tidak bisa berharap kembali
Tapi, Engkau selalu member harapan bahkan disebuah keputusasaan
Ya Allah, di pagi yang damai ini
Ada ketenangan menyelinap di hati tak seperti biasanya
Ada sebuah renungan yang mendorongku untuk kembali  menemuiMU
Ya Allah aku sudah benar-benar lesu dengan diriku yang kian hari semakin mengabaikanMU
Kian kecewa dengan pengulangan sebuah kesalahan yang sebenarnya tidak Kau ingini
Kali ini berikanlah aku kesempatan untuk bisa bertekad pada diri sendiri
Bahwa aku bisa membahagiakan diri dengan mendekatiMU,
Bahwa kenyamanan dan kedamaian yang abadi adalah ada pada diriMU
Ya Allah, mudahkanlah segala pengupayaanku untuk mendekat
Untuk tetap menjaga hati, pikiran dan perilaku berada di jalan yang Kau mau,
Permudahlah kemauanku ini ya Allah,
Karena aku tahu kemalasan dan apa yang tidak Kau sukai
Adalah penghalang terbesar bagi cepat tercapainya suksesku
Maka dari itu mudahkanlah Ya Rabbi….